Boots Louis Vuitton yang Mencuri Perhatian, Warganet: Seperti Brush di Tempat Cuci Mobil

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Boots Louis Vuitton Cruise 2025. Foto: Instagram/@louisvuitton

Boots Louis Vuitton Cruise 2025. Foto: Instagram/@louisvuitton

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Nicolas Ghesquière, Direktur Artistik koleksi wanita di Louis Vuitton atau LV, baru-baru ini mengungkapkan koleksi terbarunya. Rumah mode mewah tersebut mendeskripsikan koleksi LV Cruise 2025 yang terinspirasi gaya khas Ghesquiere dengan bakat Spanyol penuh gairah, menumbuhkan daya tarik beragam aspek melalui perjalanan penemuan yang emosional.
Meskipun koleksinya menampilkan serangkaian siluet flamboyan yang dimeriahkan dengan grafis chiaroscuro, sepasang bot atau boots tinggi inilah yang paling menarik perhatian di media sosial.

Bot tersebut menampilkan skema warna hitam dan coklat serta gaya seperti kuas alias brush di bagian bawah, telah memicu banyak reaksi di dunia maya. Desain yang tidak konvensional telah membuat orang tertarik juga bingung.

Reaksi Warganet

Sejak dirilis pada tanggal 26 Mei, bot ini telah mendapatkan lebih dari 41.000 suka dan banyak komentar. Berikut cuplikan reaksi yang dinamis dan beragam dari internet.

"Sepatu jelek apa!? Sepatu ayam. Konyol. Apakah ada yang mengeluarkan uang untuk membeli sepatu itu?" tulis seorang pengguna, menyuarakan sentimen ketidakpercayaan yang umum.

"Ini terlihat seperti kuas di tempat cuci mobil," komentar yang lain, membuat perbandingan yang lucu.

"Apa yang sedang terjadi di sini!" seru orang ketiga, menyoroti kebingungan yang dirasakan banyak orang.

"Benarkah itu? Kelihatannya seperti sikat yang biasa digunakan pria untuk bercukur! Hanya karena nama LV-nya bukan berarti desainnya bagus! Apa kamu hanya memegang sedotan?" warganet lain mengkritik desainnya.

"Pertama kali saya melihat seseorang benar-benar mengenakan sepatu itu, saya berjanji akan tertawa terbahak-bahak," ucap warganet yang memperkirakan jarangnya melihat sepatu bot ini dalam kehidupan nyata.

"Mereka luar biasa! Berjalan-jalan membersihkan sudut-sudut, menyikatnya dengan ringan," ujar warganet yang lain, menemukan kegunaan praktis untuk desain unik tersebut.

Tantangan Berinovasi dalam Fashion 

Reaksi yang terpolarisasi menyoroti aspek utama mode, yaitu subjektivitas. Apa yang dianggap oleh sebagian orang sebagai hal yang avant-garde dan inovatif, sebagian lain menganggapnya tidak praktis atau tidak masuk akal. Boots Ghesquière tentu saja termasuk dalam kategori ini, sehingga menimbulkan opini yang kuat di kedua ujung spektrum.

Perlu dicatat bahwa mode atau fashion kelas atas sering kali bertujuan untuk mendobrak batasan dan menantang estetika konvensional. Karya Ghesquière terkenal karena keberanian dan kreativitasnya, dan bot ini merupakan bukti kesediaannya untuk menjelajahi wilayah yang belum dipetakan. Desain seperti kuas mungkin melambangkan terobosan dari tradisi, sebuah pernyataan artistik yang melampaui fungsionalitas belaka.

Pertanyaan besarnya tetap, apakah Anda akan memakai sepatu bot ini? Bagi banyak orang, fashion adalah tentang membuat pernyataan, dan sepatu ini tentu saja bisa mewujudkannya. Benda mode ini menantang norma-norma dan memancing diskusi, yang sering kali menjadi ciri khas busana ikonik.

Koleksi terbaru Nicolas Ghesquière untuk acara Louis Vuitton Cruise 2025 tentu meninggalkan kesan tersendiri, terutama dengan boots kontroversialnya. Baik dicintai atau dibenci, bot ini mencerminkan sifat mode yang terus berkembang, di mana inovasi sering kali menemui hambatan. Perdebatan mengenai desain mereka menggarisbawahi dunia mode yang beragam dan dinamis, tempat selera pribadi dan ekspresi artistik terus berbenturan.

Pilihan Editor: 10 Tas Louis Vuitton Terpopuler Sepanjang Masa, dari Speedy hingga Neverfull

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."