5 Cara Menghentikan Insomnia Secara Mandiri

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Selain mengonsumsi obat-obatan, ada tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi insomnia kronis. (Sumber foto: Pexels/cottonbro)

Selain mengonsumsi obat-obatan, ada tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi insomnia kronis. (Sumber foto: Pexels/cottonbro)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Seseorang yang kerap mengalami insomnia tentu saja merasa terganggu. Hal itu dikarenakan insomnia membuat seseorang sulit tertidur hingga tiba waktunya bangun.

Beberapa orang mengakui memiliki durasi tidur yang lebih cepat dan lebih lama tetapi setidaknya orang dewasa membutuhkan tujuh jam tidur setiap malam.

Pola tidur yang teratur tentu sangat memengaruhi kualitas hidup dikarenakan dengan kualitas tidur yang baik, orang-orang akan merasa bugar dan segar ketikan bangun.

Dilansir dari Healthline, berikut beberapa cara mandiri yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi insomnia yang sedang dialami.

1. Meditasi

Meditasi dengan kegiatan bernapas secara lambat dan stabil dalam posisi duduk diketahui dapat mendorong agar tidur lebih nyenyak. Studi di tahun 2011 menunjukkan bahwa meditasi meningkatkan keteraturan pada pola tidur. Anda dapat memilih waktu meditasi yang sesuai dengan jadwal harian anda.

Pada keadaan awal untuk membentuk kebiasaan sangat disarankan untuk bergabung dengan kelompok meditasi di kota anda. Saat ini juga sangat memungkinkan mengakses tutorial meditasi secara online.

2. Afirmasi Positif

Melakukan afirmasi positif berupa kalimat-kalimat apresiasi pada diri sendiri sebelum tidur dapat menghasilkan perasaan rileks dengan menenangkan pikiran. Kebiasaan ini tentu saja perlu dibentuk agar tingkat insomnia dapat menurun.

Ketika melakukan afirmasi positif, fokuskan pikiran anda terhadap kalimat-kalimat positif dan renungkan setiap kata-kata yang disampaikan.

3. Pijat Badan

Terapi pijat memang sejak lama diketahui dapat merilekskan badan, tetapi dipercaya juga dapat meningkatkan kualitas tidur karena dapat mengurangi rasa pegal di tubuh serta dapat melancarkan peredaran darah.

Pijat dapat dilakukan dengan mengunjungi pemijat tradisional dan modern. Anda bisa meminta menggunakan minyak dengan wewangian yang menenangkan ataupun lotion badan yang menyegarkan.

4. Mengonsumsi Magnesium

Magnesium merupakan mineral alami yang memiliki manfaat untuk merilekskan otot dan menghilangkan stress dengan mendorong pola tidur yang sehat.

Dalam studi yang dilakukan pada tahun 2012, dimana dengan mengonsumsi 500 miligram magnesium setiap hari selama dua bulan menunjukkan adanya penurunan gejala insomnia dan pola tidur yang lebih baik.

Namun perlu dicatat konsumsi magnesium secara rutin dapat menyebabkan masalah perut dan usus. Sehingga sangat dianjurkan mengonsumsi secara mandiri dengan dosis di sekitaran 300 mg hingga 400 mg.

5. Mengonsumsi Melatonin

Mengonsumsi melatonin dapat membuat seeorang yang memiiki kesulitan tidur untuk tidur lebih cepat. Dosis yang disarankan berkisar 1 hingga 5 miligram, melatonin sebaiknya dikonsumsi 30 menit hingga dua jam sebelum tidur. Dan sangat disarankan untuk menggunakan melatonin dengan dosis serendah mungkin.

Melatonin pada saat ini dapat dijumpai dalam bentuk permen jeli hingga tablet. Pada dasarnya melatonin merupakan hormon neutropik yang disintesis oleh kelenjar pineal di dalam otak, tetapi produksi hormon ini dapat terganggu dikarenakan radiasi elektromagnetik hingga cahaya sehingga apabila produksinya terganggu akan menyebabkan seseorang kesulitan tidur.

Itulah beberapa tips untuk menyembuhkan insomnia secara mandiri. Apabila insomnia dirasa sudah akut dan tidak bisa diatasi sendiri, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter atau terapis.

Pilihan Editor: Konsisten Berolahraga Bantu Kurangi Risiko Insomnia

AULIA SABRINI SARAGIH

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."