Ini Sebab Jantung Berdebar Cepat saat Bertemu Pria yang Disukai

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Wayhomestudio

Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Wayhomestudio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tubuh manusia dirancang untuk memberikan berbagai reaksi terhadap stimulus dari luar termasuk saat jatuh cinta. Kala hati berbunga-bunga, tubuh dapat memberikan reaksi khusus, salah satunya jantung berdebar cepat saat bertemu dengan pria yang disukai.

Mengutip dari CNN, ketika seseorang melihat pria yang disukai, tubuh akan mengalami gairah fisiologis secara keseluruhan. Biasanya, gairah ini akan dimulai dengan detak jantung berdebar cepat dan tubuh berkeringat.

Reginal Ho, profesor dari Thomas Jefferson University Hospital di Philadelphia, Pennsylvania, mengatakan hal ini terjadi karena hormon adrenalin di dalam tubuh keluar. Dengan ini, secara otomatis otak akan melepaskan hormon dopamin, adrenalin, serotonin, estrogen dan testosteron secara bersamaan.

Saat seseorang bertemu orang yang disukai, hormon yang dilepasakan dari otak akan mengalir melalui darah dan menyebabkan jantung berebar lebih kuat. Inilah yang membuat seseorang selalu merasa deg-degan jika berhadapan dengan orang yang disukai.

Tak hanya berdebar, lutut pun kadang akan terasa lemas dan tak mampu berbicara. Tubuh akan memproduksi zat-zat oleh kelenjar adrenal. Contohnya, norepinefrin yang akan mengakibatkan kenaikan suhu tubuh. Di mana kejadian ini akan mengakibatkan pipi yang kemerahan.

Jantung berdebar cepat saat melihat orang yang disukai menjadi salah satu tanda seseorang sedang jatuh cinta. Namun bagi sebagian seorang, kondisi ini juga bisa menunjukkan rasa kagum terhadap orang lain.

Pilihan Editor: 5 Alasan Jatuh Cinta Membuat Gila, Tingkatkan Hormon Dopamin

WINDA OKTAVIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."