3 Cara Mewaspadai Penyakit Flu Singapura Saat Mudik Lebaran dan Idul Fitri

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Sejumlah perawat dengan menggunakan masker melakukan pemeriksaan terhadap LSY (5 tahun) warga negara Singapura suspect flu babi (H1N1) di ruang isolasi RSUD Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selasa (21/7). ANTARA/Yusnadi Nazar

Sejumlah perawat dengan menggunakan masker melakukan pemeriksaan terhadap LSY (5 tahun) warga negara Singapura suspect flu babi (H1N1) di ruang isolasi RSUD Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selasa (21/7). ANTARA/Yusnadi Nazar

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kasus infeksi flu Singapura dilaporkan kian bertambah. Data dari Kementerian Kesehatan hingga Maret 2024, ada 5.461 kasus infeksi flu Singapura. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan temuan kasusnya bisa bertambah seiring momentum hari raya Idul Fitri dan mudik Lebaran. Alasannya karena intensitas pertemuan di masyarakat menjadi tinggi. 

"Karakter flu Singapura seperti Covid-19, mudah menyebar dan menginfeksi saluran pernafasan," kata Dicky Budiman kepada Tempo, Kamis, 4 April 2024.

Flu Singapura dikenal juga dengan infeksi Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD). Nama lainnya Enteroviral Vesicular Stomatitis. Penyakit ini, Dicky menerangkan, endemik di Asia, terutama di wilayah ASEAN dan sebagian Afrika serta Amerika.

"Artinya, flu Singapura bakal terus menjadi wabah tiap tahun, tak terkecuali di Indonesia," katanya via pesan WhatsApp.

Dijelaskannya, penyakit berkarakter HFMD atau flu Singapura hampir serupa dengan influenza, sebab menyerang dan menginfeksi saluran pernafasan. Namun dampak penyebarannya tak semasif Covid-19, dengan tingkat kematian atau dampak risikonya lebih kecil. Berikut tips dari Dicky untuk masyarakat mencegah flu Singapura.

1. Jaga Imunitas Selalu Fit, Terutama Anak-anak

Dicky mengatakan imunitas masyarakat dan sanitasi yang buruk menjadi penentu akan perkembangan serta penyebaran flu Singapura. "Ditambah lagi kebiasaan masyarakat Indonesia dengan mobilitas yang tinggi membuat penyebaran virus ini semakin masif," ujarnya. 

Angka kasus kematiannya yang sebesar 1,1 persen di antara anak-anak, menurut Dicky, perlu tetap diwaspadai. Alasannya, jumlah anak di Indonesia lebih banyak dan bahkan setara dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Edi Hartoyo, mengatakan, flu Singapura sangat mudah menyebar dan menginfeksi banyak orang, terutama anak-anak, dengan imunitas tubuh yang lemah. 

2. Perhatikan Gejala dan Cirinya

Edi berpendapat banyak masyarakat yang tidak sadar ketika terinfeksi flu Singapura karena gejala yang ditimbulkan saat terinfeksi virus ini hampir sama dengan penyakit influenza biasa. Tapi bila kondisinya sudah parah, maka muncul lesi di telapak tangan, kaki dan mulut. "Bila ini sudah muncul, artinya sudah bisa dipastikan itu flu Singapura."

3. Jangan Abai Jika Terserang Flu

Sikap abai oleh masyarakat untuk mengatasi penyebaran virus ini, kata Edi, imbas dari flu Singapura yang tidak terlalu berbahaya dan berisiko--berbeda dari Covid-19. Namun, dia mengingatkan, penting untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh supaya flu Singapura bisa segera menurun jumlah kasusnya.

"Sejauh ini, baru marak menginfeksi anak-anak, kalau orang dewasa masih belum ada dan risiko terinfeksinya sedikit," kata Edi sembari menambahkan flu Singapura bisa menginfeksi kapan saja dan bisa berkali-kali. "Kalau cacar biasanya hanya sekali saja, selanjutnya tubuh pasien bisa kebal virusnya," katanya membandingkan.

Pilihan Editor: Waspada, Flu Singapura Mudah Menular pada Balita

ALIF ILHAM FAJRIADI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."