Rekomendasi Belanja untuk Jastiper di Sisterhood Modest Bazaar, Hadirkan 50 Brand Fashion

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Sisterhood Modest Bazaar digelar di The Hall Senayan City, 27-30 Maret 2024/Foto: Doc. Modinity

Sisterhood Modest Bazaar digelar di The Hall Senayan City, 27-30 Maret 2024/Foto: Doc. Modinity

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Merayakan kebersamaan pada bulan Ramadan dan menyambut datangnya Hari Raya, Modinity kembali hadirkan Sisterhood Modest Bazaar pada 27-30 Maret 2024 di The Hall, Lantai 8, Senayan City. Acara Sisterhood Modest Bazaar kali ini diselenggarakan lebih besar dengan menggandeng lebih dari 50 brand fashion.

Bagi Sahabat Cantika yang menjadi jastiper, koleksi fashion dari lebih 50 brand lokal terkemuka yang telah melalui proses kurasi, termasuk dari Modinity Group seperti Buttonscarves, Benang Jarum, Buttonscarves Beauty, Nada Puspita, dan Zyta Delia, bisa menjadi rekomendasi belanja tersedia lengkap dalam bazaar akbar ini. 

Sisterhood Modest Bazaar kembali hadir dengan skala lebih besar dari sebelumnya, dan diharapkan dapat menarik lebih dari 10.000 pengunjung selama periode berlangsungnya. Acara ini terbuka untuk umum dan penjualan tiket online untuk Sisterhood Modest Bazaar telah dibuka sejak 26 Februari.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman belanja yang menyenangkan, Sisterhood Modest Bazaar memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk mengikuti kegiatan lainnya, seperti talkshow dengan berbagai tema menarik. Talkshow akan melibatkan brand dan berbagai komunitas. 

Konferensi pers Sisterhood Modest Bazaar/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

Selain area berbelanja, Sisterhood Modest Bazaar juga menghadirkan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, seperti Playground, Recharge Area, dan Jastiper Lounge. Pengunjung juga dapat menikmati aneka makanan dan minuman dari booth Food and Beverages untuk berbuka puasa. 

Dalam upaya memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan efisien, Sisterhood Modest Bazaar bekerja sama dengan Bank Mandiri dengan menyediakan sistem pembayaran secara cashless melalui mesin EDC Bank Mandiri dan QRIS. 

Untuk mendukung pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan, terdapat program menarik di mana setiap pengunjung yang melakukan pembelanjaan sebesar Rp1.000.000,- dalam satu struk pembelian berkesempatan untuk mendapatkan hadiah dengan total senilai Rp15.000.000,-. Pemenang akan diumumkan setiap hari di akhir acara melalui akun Instagram resmi Sisterhood Modest Bazaar. 

Kanya Trihapsari, Chief Marketing Officer Modinity menjelaskan industri modest fashion terus mengalami pertumbuhan yang pesat di Indonesia setiap tahunnya. Antusiasme semakin meningkat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Melalui Sisterhood Modest Bazaar, Modinity hadir sebagai penghubung para brand modest dan memfasilitasi ajang silaturahmi untuk mendorong kemajuan industri fashion di Indonesia. Selain itu, acara ini diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi para pengunjung menemukan berbagai inspirasi busana untuk hari Raya."

Sementara itu, Regional Transaction & Consumer Head Jakarta 3, Etik Angkasawari mengatakan pihaknya turut antusias mendukung Modinity dalam upaya memajukan industri modest fashion di Indonesia melalui Sisterhood Modest Bazaar. Bank Mandiri berharap, event ini mampu mendorong masyarakat Indonesia untuk memilih produk lokal, terutama dalam hal fashion and lifestyle. 

"Oleh karena itu, kami menyediakan layanan pembayaran berbasis digital seperti Mandiri EDC, Mandiri Qris, POS (point of sales) Livin Merchant serta Super Apps Livin' by Mandiri untuk mendukung gerakan cashless society. Sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman berbelanja yang menyenangkan, cepat, mudah, dan aman," ujar Etik.

Pilihan Editor: Begini Cara Pengucapan Nama Brand Fashion yang Benar, dari Hermes hingga Saint Laurent

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."