Sukses Go Digital, Intip Kisah Pengusaha Wanita dari NTB dan NTT Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Emiliana Magdalena Thaal dari Banshee, Nusa Tenggara Timur (baju biru) dan Sunu Asri dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (kerudung)/Google

Emiliana Magdalena Thaal dari Banshee, Nusa Tenggara Timur (baju biru) dan Sunu Asri dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (kerudung)/Google

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dua peserta wanita Go Digital ASEAN dari Indonesia, Emiliana Magdalena Thaal dari Banshee, Nusa Tenggara Timur dan Sunu Asri dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan semangat wanita Indonesia yang tangguh dan memiliki keinginan kuat untuk terus maju dan meningkatkan keahlian. Para pengusaha wanita ini menginspirasi bahwa wanita bisa menjadi sosok mandiri dan dapat membantu perekonomian keluarga.

Setelah mendapatkan gelar sarjananya, Emilia memutuskan untuk berusaha dengan membuka warung makan kecil. Namun, ia kesulitan menarik pelanggan hingga akhirnya mengikuti pelatihan Go Digital dan mempelajari pemasaran digital dan e-commerce.

“Setelah mengikuti program Go Digital, saya meluncurkan toko digital di marketplace online dan mendesain etalase dan produk untuk menarik pelanggan. Selain aktif mempromosikan melalui media sosial, saya juga menggunakan dompet digital untuk merampingkan transaksi dan memperluas layanannya untuk memasukkan top-up pulsa ponsel,” kata Emilia pada keterangan pers yang diterima Cantika pada 9 Maret 2024.

Ia mendapati penghasilannya kini melonjak lebih dari dua kali lipat, dari Rp 200 ribu menjadi Rp 500 ribu per hari.

Di sisi lain, Sunu juga mengalami peningkatan penjualan setelah mengikuti pelatihan. Ia belajar menggunakan alat digital seperti Canva dan Business Profiles untuk membuat promosi yang menarik dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

“Sebelumnya, saya hanya bisa menjual 8 sampai 10 gelas salad buah per hari, sekarang bisa menjual maksimal 30 gelas per hari,” kata Sunu.

Inisiatif Go Digital ASEAN bertujuan untuk memperluas partisipasi keterampilan digital di seluruh kawasan, menjangkau individu dan komunitas yang paling memperoleh manfaat dari literasi digital. Para peserta kegiatan ini mulai dari petani dan produsen kerajinan rumahan hingga hotel, restoran, dan toko skala kecil.

Didukung oleh Komite Koordinasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ASEAN, proyek ini dilaksanakan oleh The Asia Foundation dengan pendanaan dari Google.org, cabang filantropis Google.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program Go Digital ASEAN telah membantu lebih dari lebih dari 225.778 individu di ASEAN, lebih dari 60 persen di antaranya adalah perempuan pengusaha kecil. Inisiatif regional senilai USD3,3 juta ini, dipelopori oleh The Asia Foundation dan didukung oleh Komite Koordinasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ASEAN dan didanai oleh Google.org, badan filantropi Google.

Di Indonesia, program ini sudah hadir sejak 2020 dan telah menjangkau lebih dari 400 pelaku UMKM. Lebih dari 80 persen peserta berasal dari daerah pedesaan dan 74 persen peserta merupakan pengusaha wanita. Ini menunjukkan bahwa makin banyak wanita Indonesia yang berani memulai usaha dan mengembangkan kemampuan untuk membantu perekonomian keluarga.

Pilihan Editor: Hari Perempuan Sedunia, Simak Kisah 3 Pengusaha Wanita Brand Lokal

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."