Hipotiroidisme Bisa Memicu Obesitas, Mitos atau Fakta?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi tiroid. Shutterstock

Ilustrasi tiroid. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Hipotiroidisme adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tiroid yang cukup, sehingga menyebabkan peningkatan hormon perangsang tiroid (kadar TSH). Kondisi itu telah lama dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas. Meskipun benar bahwa hormon tiroid berperan penting dalam metabolisme, menghubungkan obesitas parah karena hipotiroidisme terlalu menyederhanakan sifat kompleks dari penambahan berat badan.

Berikut ini mitos seputar hubungan hipotiroidisme-obesitas dan menjelaskan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan secara signifikan menurut dokter Aparna Govil Bhasker, Ahli Bedah Bariatrik dan Laparoskopi asal India, dikutip dari Times of India, Minggu, 25 Februari 2024.

Mitos 1: Hipotiroidisme menyebabkan obesitas parah

Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa hipotiroidisme secara langsung menyebabkan penambahan berat badan yang parah dan obesitas. Kenyataannya lebih bernuansa. Meskipun tiroid yang kurang aktif dapat memperlambat metabolisme, sehingga menyebabkan penambahan berat badan, hal ini jarang menjadi satu-satunya penyebab obesitas masif.

Faktanya, penambahan berat badan yang disebabkan oleh hipotiroidisme seringkali tidak terlalu parah dan dapat ditangani secara efektif dengan intervensi medis yang tepat.

Mitos 2: Hormon tiroid adalah penyebab utama obesitas

Ketika dokter menyatakan bahwa obesitas adalah masalah neuro-hormonal, banyak orang yang langsung mengaitkannya dengan hormon tiroid. Namun, obesitas merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, perilaku, dan hormonal.

Meskipun hormon tiroid berperan dalam mengatur metabolisme, hormon lain seperti insulin, leptin, dan ghrelin juga berkontribusi pada interaksi kompleks yang menentukan berat badan.

Mitos 3: Setiap orang dengan hipotiroidisme akan bertambah berat badannya

Bertentangan dengan anggapan umum, tidak semua penderita hipotiroidisme mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Meskipun ini merupakan gejala potensial, tingkat kenaikan berat badan bervariasi antar individu.

Faktor-faktor seperti genetika, gaya hidup, dan kesehatan secara keseluruhan berperan dalam menentukan dampak hipotiroidisme terhadap berat badan.

Mitos 4: Mengobati hipotiroidisme secara otomatis akan menyebabkan penurunan berat badan

Meskipun pengobatan hipotiroidisme yang efektif dapat membantu mengatur kadar hormon tiroid dan meningkatkan metabolisme, hal ini tidak menjamin penurunan berat badan untuk semua orang. Individu mungkin masih perlu mengatasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap obesitas, seperti pola makan, olahraga, kebersihan tidur, dan pengendalian stres untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Mitos 5: Fungsi tiroid normal sama dengan pengendalian berat badan otomatis

Bahkan individu dengan fungsi tiroid normal pun dapat kesulitan dalam mengatur berat badan. Faktor-faktor seperti genetika, asupan kalori, aktivitas fisik, dan pilihan gaya hidup secara keseluruhan juga berdampak signifikan terhadap berat badan. Dengan asumsi bahwa mempertahankan fungsi tiroid yang normal menjamin pengendalian berat badan yang mudah, terlalu menyederhanakan sifat rumit dari pengaturan berat badan.

Menghilangkan mitos-mitos ini membantu individu dan profesional kesehatan mengadopsi perspektif yang lebih komprehensif dan akurat mengenai interaksi kompleks antara fungsi tiroid dan berat badan. Meskipun tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan sedikit penambahan berat badan, hal ini biasanya bukan penyebab utama obesitas parah. Penting untuk menangani setiap kasus secara individual, dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan menerapkan strategi yang dipersonalisasi untuk manajemen yang efektif.

Pilihan Editor: Pahami Dampak Gangguan Tiroid pada Kesuburan dan Ibu Hamil

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."