Resep Kue Keranjang yang Bisa Dicoba di Rumah, Pakai 5 Bahan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Pekerja menata kue keranjang di Rumah Produksi Kue Keranjang Hoki, Depok, Jumat, 5 Februari 2021. Akibat pandemi, pemilik usaha menurunkan jumlah produksi kue khas perayaan Imlek tersebut hingga 60 persen dengan harga jual Rp 25 ribu per kue. ANTARA /Asprilla Dwi Adha

Pekerja menata kue keranjang di Rumah Produksi Kue Keranjang Hoki, Depok, Jumat, 5 Februari 2021. Akibat pandemi, pemilik usaha menurunkan jumlah produksi kue khas perayaan Imlek tersebut hingga 60 persen dengan harga jual Rp 25 ribu per kue. ANTARA /Asprilla Dwi Adha

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Masih dalam suasana perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek, kue keranjang adalah salah satu makanan khas Imlek. Kue keranjang atau nian gao merupakan kudapan berbahan tepung ketan dan gula. Tekstur kue ini kenyal dan lengket, serta memiliki cita rasa manis. Bila Anda tertarik membuatnya di rumah, berikut resep kue keranjang dari Cookpad.

Bahan-bahan:

- 400 mililiter air

- 350 gram gula

- 350 gram tepung ketan

- 4 lembar daun pandan

- Daun pisang secukupnya

Cara Membuat:

1. Daun pisang yang telah dibersihkan dipanaskan dengan api kecil di kompor. Jika menggunakan kompor elektrik, daun pisang bisa direbus sebentar, kemudian dilap hingga kering.

2. Mangkuk atau ramekin dilapisi daun pisang secara menyeluruh.

3. Masak air dan daun pandan, kompor dimatikan, kemudian buang daun pandannya. Ambil air pandan tersebut.

4. Masak gula pasir dengan api sedang hingga menjadi karamel, kemudian ditambahkan air pandan, disesuaikan takarannya 2 sendok atau 3 sendok makan.

5. Api dimatikan, tuang sisa air pandan secara perlahan ke dalam karamel, aduk rata sebentar, kemudian dibiarkan sampai dingin.

6. Tuang air karamel ke dalam tepung ketan secara bertahap dan perlahan, aduk merata sampai menjadi adonan.

7. Adonan ditapis sebelum dituang ke dalam ramekin.

8. Tutup ramekin dengan kertas aluminium.

9. Dikukus selama 30 menit. Setelah itu, api dikecilkan untuk mengukus selama satu jam. Setelah itu, dikukus lagi dengan api yang makin kecil selama satu jam.

10. Setelah selesai dibiarkan seharian sebelum dikeluarkan dari ramekin.

Sejarah Kue Keranjang

Dikutip dari artikel How a Monster-Repelling Cake became a Lunar New Year Staple, kue keranjang bermakna penangkal nasib buruk. Cerita tentang kue keranjang berhubungan dengan mitologi Cina tentang makhluk menakutkan Nian. Alkisah, keluarga marga Gao menyuguhi kue untuk mengusir monster itu. Kelak kue itulah yang kini dinamai nian gao.

Dikutip dari buku Chinese New Year: Fact and Folklore karya William Chao-chung Hu, nian gao juga berkaitan dengan momentum bukan saat perayaan Imlek. Tapi, pada masa Chongyang (sembilan kembar) hari kesembilan pada bulan sembilan dalam kalender Lunar. Saat masa Chongyang, orang Cina melaksanakan terbiasa memakan kue untuk mendapat keberuntungan.

Pilihan Editor: 7 Tradisi Imlek yang Perlu Kamu Ketahui

MALINI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."