Minum Air Putih Bisa Jadi Faktor Anak Stunting? Ini kata dokter

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi seorang anak minum air putih. Shutterstock

Ilustrasi seorang anak minum air putih. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Pondok Indah Radhian Amandito, mengatakan salah informasi mengenai minum air putih yang berlebihan dapat menjadi faktor anak terkena stunting karena kurang kalori. "Salah informasi itu," kata Radhian dalam bincang-bincang kesehatan bersama Greenfields dengan tema "Cermat Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak” di Jakarta, Kamis 1 Februari 2024.

Radhian mengatakan minum air terlalu banyak bisa memenuhi kapasitas lambung pada anak. Akibatnya, anak jadi akan merasa kenyang. Sehingga mereka tidak mau makan atau minum susu. Masyarakat mengira terlalu banyak minum air putih itu lah sehingga kalori yang diskonsumsi sedikit, akhirnya diasumsikan anak bisa alami stunting. 

Radhian mengingatkan bahwa penting bagi orang tua mengutamakan asupan anak dalam 1000 hari pertama kehidupan. Waktu seribu hari pertama ini dimulai dari anak dalam kandungan hingga dua tahun. Di saat itu, anak sangat membutuhkan protein baik dari makanan maupun susu.

Ia mengatakan masalah tersebut sayangnya masih sering terjadi di kota besar. Hal itu karena ibu yang terlalu banyak menerima informasi dari sumber yang tidak valid sehingga terjadi kebingungan akan arahan yang seharusnya.

Meskipun informasi banyak beredar di internet maupun sosial media dari dokter maupun pemengaruh nyatanya tidak semua bisa diikuti. Yang terjadi seringkali terlalu dini dalam memberikan MPASI, salah persepsi dalam pemberian buah dan sayur pada anak di bawah satu tahun, dan kurangnya protein hewani seperti susu, keju, atau daging yang menyebabkan anak kurus.

Anak yang terlihat aktif pun, kata Radhian belum tentu terhindar dari stunting karena kebutuhan kalori dalam tubuhnya yang tidak adekuat dengan kebutuhan energi untuk anak beraktivitas.

Maka itu, dokter lulusan Universitas Indonesia ini menyarankan untuk orang tua agar mengutamakn sumber informasi terpercaya misalnya dari Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Salah persepsi lain yang kerap menghantui masyarakat adalah saat orang tua memberikan MPASI berupa buah dan sayur dalam porsi banyak. Sayangnya, anak-anak ini akhirnya jarang diberikan makanan seperti keju, santan, daging. Padahal, anak sangat membutuhkan protein untuk perkembangan fisik mereka di masa pemberian MPASI. "Kalau nggak dikasih yang ada kurus-kurus saja," katanya. 

Radhian menilai hal itu terjadi karena para orang tua bingung dengan informasi yang semakin banyak mereka terima dari berbagai media dan media sosial. Kembali ia pun mengingatkan untuk mencari informasi dari sumber yang tepat. 

Radhian menyarankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan stunting di 1.000 hari kehidupan juga harus dipahami tidak hanya orang tua namun orang yang ikut mengasuh anak seperti kakek dan nenek. Informasi yang tepat terkait pemberian makan dengan kalori yang tercukupi dan informasi tumbuh kembang anak dari sumber yang tepat dapat mencegah anak dari risiko stunting.

Pilihan Editor: 8 Manfaat Minum Air Putih untuk Kulit Sehat dan Efek Sampingnya Jika Berlebihan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."