Manfaat Berenang di Air Dingin, Ringankan Gejala Menopause Hingga Atasi Cemas

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi wanita berenang. thecelebrityauction.co

Ilustrasi wanita berenang. thecelebrityauction.co

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menurut sebuah penelitian baru-baru ini berenang di air dingin dapat membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan menopause seperti rasa panas, kecemasan, dan perubahan suasana hati.

Menopause menandai berakhirnya siklus menstruasi wanita, terjadi ketika seseorang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, seperti disiarkan laman Medical Daily, Kamis 25 Januari 2024. Fase transisi biasanya terjadi antara usia 45 dan 55 tahun. Beberapa gejala menopause yang timbul adalah sering kali mengganggu tidur, suasana hati, dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

Para peneliti melakukan survei terhadap 1.114 wanita, 785 di antaranya sedang mengalami menopause. Para peneliti kemudian mencatat bahwa berenang di air dingin dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan fisik dan mental bagi wanita menopause. Temuan mereka dipublikasikan di Post Reproductive Health.

"Temuan menunjukkan bahwa wanita menopause mengalami perbaikan yang signifikan dalam kecemasan (seperti yang dilaporkan oleh 46,9 persen wanita), perubahan suasana hati (34,5 persen), suasana hati yang buruk (31,1 persen) dan rasa panas (30,3 persen) akibat berenang air dingin. Selain itu, mayoritas wanita (63,3 persen) berenang khusus untuk meredakan gejala yang mereka alami,”kata para peneliti.

Beberapa responden menggambarkan berenang air dingin sebagai "pereda stres/kecemasan langsung" dan sesuatu yang membantu mereka dalam "penyembuhan". Bagi sebagian peserta, berenang di air dingin tidak hanya membantu mengatasi gejala menopause, tetapi, juga merupakan kesempatan untuk berada di luar ruangan, meningkatkan kesehatan mental, dan berolahraga.

Penulis senior penelitian tersebut Profesor Joyce Harper dari UCL EGA Institute for Women’s Health, Inggris Raya, mengatakan masyarakat harus berhati-hati saat bereksperimen dengan berenang di air dingin karena ada risiko infeksi (tergantung kualitas air), hipotermia, sengatan air dingin, gangguan irama jantung, dan bahkan tenggelam.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami frekuensi spesifik, durasi, suhu, dan paparan air dingin yang diperlukan untuk mengurangi gejala menopause tersebut. "Namun, kami berharap temuan kami dapat memberikan solusi alternatif bagi perempuan yang berjuang dengan menopause dan mendorong lebih banyak perempuan untuk mengambil bagian dalam olahraga,” kata Harper.

Pilihan Editor: Bisakah Berenang Turunkan Berat Badan, Simak Penjelasan Ahli

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."