Mengulik Manfaat Kandungan Phylobioma untuk Atasi Jerawat

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita kesal dengan jerawat. shutterstock.com

Ilustrasi wanita kesal dengan jerawat. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami setiap orang, termasuk kaum hawa. Maka dari itu, merek perawatan kulit terus meneliti dan berinovasi dari segi bahan maupun teknologi untuk memberikan produk terbaik untuk mengatasinya seperti La Roche Posay. Yang terbaru, merek asal Prancis ini memperkenalkan inovasi dalam produk Effaclar Duo+M dengan microbiome science dan phylobioma, zat aktif yang dipatenkan, untuk mengurangi atau menghambat bakteri penyebab utama jerawat.

"Effaclar Duo+M dengan phylobioma yang dipatenkan, diformulasikan untuk menargetkan salah satu penyebab utama jerawat, bakteri C. Acnes Phylotypes IA1 sehingga dapat melawan jerawat dengan lebih cepat, serta mengurangi produksi sebum berlebih," ujar Medical Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia, Hansen Gandhi dalam acara peluncuran produk tersebut di Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2024.

Formulasi ini diklaim memberikan pendekatan yang lebih efisien untuk hasil yang lebih cepat.

"Efikasi lebih cepat, mulai dari 8 jam. Teruji pada kasus jerawat sedang hingga berat," jelas Hansen.

La Roche Posay Effaclar Duo+M dengan microbiome science dan Phylobioma. Foto: Istimewa

Berdasarkan studi La Roche Posay, cara kerja phylobioma menyasar penyebab jerawat yang dituju, tidak mengincar jerawat lain yang tidak menganggu di kulit sehat.

Phylobioma juga berdampak mengurangi produksi butiran lemak sebanyak 62 persen.

"Dengan penambahan phylobioma akan membantu mengurangi jerawat, efikasi lebih cepat. Semakin cepat, semakin baik karena berdampak pada kualitas hidup kita," tuturnya.

Hansen juga mengklaim inovasi dari produk tersebut memberikan manfaat mengurangi 44 persen jerawat, 45 persen noda bekas jerawat, 66 persen komedo, dan efektif membantu terapi jerawat dari dermatolog.

Pada 10 tahun terakhir, publikasi ilmiah berfokus pada C. Acnes secara umum, yang merupakan bakteri penyebab peningkatan keparahan dan penyebaran jerawat.

Baru-baru ini, teknologi genomika yang baru menelusuri lebih jauh ke mikrobioma kulit, ke dalam kelompok dan subtipe C. Acnes, yang disebut phylotypes.

Penemuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa phylotypes C. Acnes IA1 disebut sangat dominan pada kulit yang rentan terhadap jerawat dan menjadi penyebab utama ketidakseimbangan mikrobioma kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dokter kulit dan kelamin Fitria Agustina menambahkan bahwa pada penelitian terbaru mengenai penyebab jerawat, ditemukan adanya kumpulan bakteri Cutibacterium Acnes yang menyebabkan peningkatan keparahan pada jerawat.

(dari kiri) Nestya Sedayu, Head of Marketing L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia dan dokter kulit Fitria Agustina dalam konferensi pers pelunchran La Roche Posay Effaclar Duo+M di Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Januari 2024. Foto: Istimewa

“Jenis bakteri Cutibacterium Acnes tersebut mempunyai phylotype IA-1 yang meningkat dan menyebabkan mikrobioma pada kulit menjadi tidak seimbang," kata dia.

Fitria menjelaskan bahwa jika mikrobioma pada kulit tidak seimbang dan terganggu, bakteri dan virus dari luar akan lebih mudah menyerang kulit. Hal tersebut mengganggu skin barrier, sehingga jadi mudah terserang dan memicu tumbuhnya jerawat.

Maka dari itu, kata Fitria, untuk para pejuang jerawat, penting untuk menggunakan produk perawatan kulit yang dapat melawan bakteri Cutibacterium Acnes khususnya pada phylotype IA-1, contohnya dengan kandungan phylobioma.

Spotscan+ Bantu Analisis Keparahan Jerawat

Selain inovasi dalam Effaclar Duo+M, La Roche Posay juga memperkenalkan Spotscan+ yang telah diperbarui dan dikembangkan bersama dengan dermatolog dunia.

Spotscan+ merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memberikan analisis tingkat keparahan jerawat dengan nilai Global Acne Severity (GEA) yang dapat diakses gratis di website La Roche Posay.

Melalui Spotscan+, La Roche Posay berharap dapat membawa dermatological expertise lebih mudah dijangkau oleh lebih banyak orang.

Kampanye #SkinLifeChanger

La Roche Posay juga memperkenalkan kampanye #SkinLifeChanger, yang mengajak semua pihak untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan kulit.

Menurut Head of Marketing L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia Nestya Sedayu mengatakan bahwa kampanye #SkinLifeChanger juga menyorot peranan dermatolog yang setiap hari membantu pasien dalam merawat masalah kulit, scientist yang membawa inovasi yang bermanfaat, LSM, pasien hingga kreator konten yang berbagi cerita dan informasi kepada publik.

"La Roche Posay mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam kampanye ini dengan berbagi cerita kesehatan kulit, testimonial untuk menginspirasi dan memberikan dukungan bagi orang lain. We all can be #skinlifechanger,” kata Nestya.

Pilihan Editor: ERHA Acne Centre Resmikan Komunitas Jerawat Acne-Free, Saling Support dan Menguatkan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."