Libur Nataru, Ahli Bagikan 7 Tips Tetap Sehat dan Terhindar dari Covid-19

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi airport style atau gaya berpakaian liburan. Freepik.com/garetvisual

Ilustrasi airport style atau gaya berpakaian liburan. Freepik.com/garetvisual

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Musim liburan panjang Natal dan Tahun baru atau libur Nataru membuat sejumlah pihak mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan saat berlibur. Merujuk laporan terbaru “WHO COVID-19 Epidemiological Update”, edisi 162, menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 36 negara di dunia yang secara konsisten melaporkan kasus baru yang masuk rumah sakit karena COVID-19. 

Data yang tersaji menunjukkan bahwa di negara kita ada kenaikan 255 persen perawatan COVID-19 di rumah sakit (dari 41 kasus menjadi 149 kasus) pada periode  20 November sampai 17 Desember 2023, dibandingkan dengan 28 hari sebelumnya, 16 Oktober sampai 12 November 2023.

Secara umum, kompilasi data dari 36 negara ini menunjukkan 12 negara (33 persen)(termasuk negara kita) yang menunjukkan kenaikan kasus yang dirawat di RS karena COVID-19.  Amerika Serikat menunjukan kenaikan 25 persen, seakan-akan jauh lebih rendah (sekitar sepersuluh) dari kenaikan dinegara kita, tetapi angka mutlaknya jauh lebih tinggi, yaitu dari 64.522 pada periode 16 Oktober sampai 12 November 2023 naik menjadi 80.882 di periode 20 November sampai 17 Desember 2023.

Laporan WHO terbaru ini juga menyajikan bahwa ada kenaikan 500 persen kasus perawatan ICU di negara kita, walau kasusnya memang masih rendah, masih 18 kasus. Juga disebutkan bahwa negara kita Indonesia mencatat jumlah kasus tertinggi di daerah WHO Asia Tenggara pada periode 20 November sampai 17 Desember 2023, yaitu 3725 kasus baru, atau 1,4 kasus baru per 100.000. 

Sayangnya, menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI tidak ada data pembanding karena tidak ada data dari negara kita pada periode 28 hari sebelumnya. Sebagai ilustrasi negara lain, Thailand melaporkan 2120 kasus baru, atau 3.0 kasus baru per 100.000, dan ada peningkatan 79 persen dari data 28 hari sebelumnya. 

Untuk data kematian, laporan WHO ini menyebutkan ada 12 kematian karena COVID-19 di negara kita pada periode 20 November sampai 17 Desember 2023, yang sayangnya juga tidak ada data pembanding dari 28 hari sebelumnya. Kembali kita ambil contoh Thailand, mereka ada 16 kematian COVID-19 pada periode 20 November sampai 17 Desember 2023, yang ini meningkat 220 persen dari 28 hari sebelunya.

"Mudah-mudahan di hari mendatang maka data kasus dan kematian kita akan tercatat secara rutin dengan baik sehingga kalau ada fluktuasi kenaikan atau penurunannya," ucap dia. 

Ilustrasi foto liburan. Freepik.com

Berikut disampaikan 7 pesan ke masyarakat utk menikmati libur Nataru walaupun kasus di Indonesia dan dunia sedang meningkat melalui siaran pers kepada CANTIKA, Jumat, 29 Desember 2023:

1. Penyebab angka covid-19 naik 

Penurunan imunitas populasi secara umum, karena sudah rendahnya penularan ilmiah di lapangan dan sudah lamanya jarak dari mendapat vaksinasi terakhir, meningkatnya perjalanan akhir tahun. 

Tentang ada tidaknya peran varian baru (seperti JN.1 dll) memang masih dalam penelitian, tapi yang jelas sejak 18 Desember bbrp  yl. maka JN.1 sudah dinyatakan oleh Variant of Interest (VOI) oleh WHO. COVID-19 memang masih ada di dunia, dan tentu mungkin saja ada kenaikan kasus dari waktu ke waktu.

2. Vaksinasi sesuai prosedur 

Untuk lansia, mereka dengan komorbid dan risiko tinggi lainnya untuk mendapat vaksinasi ulangan 6-12 bulan sesudah vaksinasi terakhir, ini sesuai rekomendasi WHO awal Desember 2023 ini. Bagi masyaratakat yang selama ini belum pernah divaksin maka tentu perlu segera vaksin. 

3. Pemakaian masker 

Jelas akan baik digunakan oleh mereka yang sedang sakit infeksi saluran napas, lansia serta mereka dengan ko morbid, utamanya kalau berada dalam kerumunan apalagi kalau dalam ruangan tertutup. "Malah kalau Singapura menggunakan kata "strongly encouraged" pakai masker kalau di kerumanan ruang tertutup, bahkan bagi mereka yang tidak sedang sakit, apalagi kalau bertemu kelompok rentan.

4. Gejala lebih ringan 

Data ilmiah seluruh dunia menunjukkan bahwa sebagian besar kasus-kasus COVID-19 sekarang ini memang relatif lebih ringan daripada keadaan tahun-tahun yang lalu. Tetapi bagaimanapun kalau ada kecurigaan (ada keluhan atau jelas ada kontak) maka baik untuk memeriksakan diri. 

"Di rumah saya bahkan menyediakan tes antigen sehingga kalau saya atau anak mantu ada yang curiga COVID-19 maka segera bisa periksa, yang Alhamdulillah sejauh ini semua negatif," ucapnya. 

5. Kebiasaan mencuci tangan 

Kebiasaan mencuci tangan tentu terlu perlu terus dijaga, karena ini penting untuk pencegahan bukan hanya COVID-19 tapi juga berbagai penyakit menular lainnya, baik penyakit pernapasan maupun gastro intestinal.

6. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)

Kebiasaan hidup sehat harus terus dijaga, antara lain makan bergizi, aktifitas fisik & olahraga, istirahat yang cukup dll, karena akan menjamin daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap berbagai penyakit, termasuk tentu COVID-19.

7. Ikuti informasi resmi

Yang juga sangat penting adalah selalu mengikuti berita dari sumber yang resmi, jangan hanya semata-mata percaya begitu saja dengan apa yang ada di WA grup misalnya.
Sumber berita dari media resmi tentu dapat menjadi acuan, karena beritanya kredibel.

Pilihan Editor: Libur Nataru di Solo Safari, Sambangi Area Bengal Tiger hingga Kubah Burung

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."