Anak Mudah Marah? Berikut 8 Cara Menghadapinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi ibu dan anak perempuan. Freepik.com/Peoplecreations

Ilustrasi ibu dan anak perempuan. Freepik.com/Peoplecreations

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Banyak balita dan anak-anak belum mampu mengelola emosinya, terutama saat marah. Jika anak mudah marah dan menciptakan drama ketika hal terkecil bertentangan dengan keinginannya, Anda mungkin perlu membantunya untuk tetap tenang. Untuk orang tua, berikut beberapa cara menghadapi anak yang mudah marah.

1. Identifiksi Pemicunya

Pahami situasi atau faktor apa yang cenderung memicu anak mudah marah. Apakah karena frustrasi, kelelahan, kelaparan, atau jenis stres tertentu? Hal ini dapat membantu mempersiapkan anak Anda sejak dini atau menghindari pemicunya sama sekali.

2. Dorong Anak Berkomunikasi dengan Jelas

Dorong anak Anda untuk mengungkapkan perasaannya. Ciptakan ruang aman di mana mereka dapat membicarakan apa yang mengganggu alih-alih melemparkan mainannya karena marah.

3. Ajari Memahami Emosi

Bantu anak Anda mengenali dan memberi label pada emosinya. Jelaskan bahwa merasa marah adalah hal yang wajar, namun penting untuk mengelolanya dengan tepat.

4. Beri Contoh

Seringkali anak meniru perilaku orang tuanya. Menunjukkan kesabaran dan pengelolaan amarah yang efektif dapat menjadi contoh yang baik untuk mereka ikuti.

5. Kembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah

Dorong anak untuk memikirkan solusi ketika menghadapi tantangan, alih-alih terus-terusan marah-marah.

6. Ajari Berempati dan Pengampunan

Anak yang keras kepala mungkin mudah marah ketika orang lain tidak bertindak sesuai keinginannya. Latih mereka mengasah empati sehingga memperoleh kepekaan memahami sudut pandang orang lain. Demikian pula, ketika seseorang melakukan kesalahan yang berdampak pada anak Anda dan meminta maaf padanya, ajari dia pentingnya memaafkan dan melepaskan.

7. Apresiasi Positif

Puji dan berikan hadiah kepada anak Anda ketika mereka menangani emosinya dengan tepat. Umpan balik positif memperkuat perilaku yang baik.

8. Diskusi dengan Guru

Mengingat anak Anda menghabiskan banyak waktu di sekolah, bicarakan dengan gurunya tentang perilakunya di sekolah, dan bagaimana Anda dapat bersama-sama membantu anak mengelola emosinya.

Pilihan Editor: 2 Tanda Anak Butuh Bantuan, tapi Sulit Mengutarakannya

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."