10 Mitos PCOS yang Perlu Diketahui

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi sistem repoduksi wanita, rahim, PCOS (Freepik)

Ilustrasi sistem repoduksi wanita, rahim, PCOS (Freepik)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Meskipun penyakit ini umum terjadi, ada banyak mitos PCOS yang beredar di masyarakat. Hal ini taidak hanya membuat frustasi bagi penderita PCOS, tapi juga dapat menghambat perawatan mereka. Statistik sindrom ovarium polikistik atau PCOS sedikit berbeda karena diagnosisnya mungkin rumit, namun menurut Office on Women's Health, hingga 10 persen perempuan mengalami kondisi tersebut selama masa reproduksinya.

“PCOS adalah ketidakseimbangan hormon di mana ovarium Anda memproduksi kelebihan hormon yang disebut androgen,” jelas Amy Wetter, dokter obstetri dan ginekologi di Pediatrix Medical Group di Atlanta, Georgia, dikutip dari LiveStrong, 4 November 2023.

Karena ketidakseimbangan hormon ini, wanita sering kali mengalami telat menstruasi, siklus tidak teratur, ovulasi yang tidak dapat diprediksi, dan juga dapat mengalami jerawat, rambut berlebih, obesitas, rambut tipis, kista di ovarium, dan infertilitas.

Meski banyak yang kita ketahui tentang PCOS, banyak juga yang belum kita ketahui, termasuk apa penyebabnya.

“Penyebab pasti PCOS belum jelas saat ini, namun penelitian genom telah mengidentifikasi beberapa gen yang mungkin berperan dalam perkembangannya dan mempengaruhi seseorang terhadap penyakit ini,” kata Elizabeth Dilday, dokter obstetri dan ginekologi di CCRM Fertility di Orange County, California.

Untuk kita waspadai bersama, berikut 10 mitos PCOS yang mengemuka di masyarakat menurut para ahli.

1. Semua Penderita PCOS Memiliki Kista Ovarium

Mungkin mitos paling umum tentang PCOS adalah bahwa setiap orang yang mengidap penyakit ini memiliki kista ovarium. Ide ini mungkin muncul karena nama kondisi tersebut (sindrom ovarium polikistik), kata Stephanie Smeltzer, ahli endokrinologi reproduksi di Atlantic Center for Reproductive Medicine. Tapi itu sebenarnya tidak benar.

Faktanya, ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini, kata Dr. Smeltzer, dan kista hanyalah salah satu kemungkinannya. Dan hanya karena seseorang memiliki kista di indung telurnya, bukan berarti dia menderita PCOS.

Menurut makalah tahun 2014 di ‌Clinical Epidemiology, sekitar 20 hingga 30 persen orang dengan ovarium yang tidak memenuhi kriteria medis untuk PCOS memiliki banyak kista ovarium.

2. Pilihan Gaya Hidup Yang Tidak Sehat Penyebab Utama PCOS

Banyak orang mengira PCOS disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan atau kurang olahraga. Tapi Pamela Berens, dokter obstetri dan ginekologi dan profesor di UTHealth Houston, mengatakan ini adalah kesalahpahaman.

"PCOS adalah kelainan endokrin dan metabolik," jelasnya, seraya menambahkan bahwa mungkin ada kecenderungan genetik untuk penyakit ini.

Dengan kata lain, meskipun kita belum sepenuhnya memahami penyebab PCOS, penyakit ini tampaknya tidak disebabkan oleh pilihan gaya hidup, Dr. Berens menekankan.

3. Hanya Orang Obesitas yang Menderita PCOS

“Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa wanita dengan PCOS harus kelebihan berat badan atau obesitas untuk mendapatkan diagnosis atau bahkan melakukan pemeriksaan PCOS,” kata Dr. Wetter.

Sebaliknya, penelitian pada bulan September 2019 dalam ‌Clinical Medical Insights: Reproductive Health‌ menemukan bahwa antara 38 dan 88 persen penderita PCOS memenuhi kriteria kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi meskipun ini mungkin mayoritas, namun tentu saja tidak semua orang.

Salah satu alasan mengapa mitos ini ada adalah karena banyak orang mengira obesitas menyebabkan PCOS. Tapi ini tidak benar.

“Penting untuk dipahami bahwa mekanisme yang mendasarinya adalah disfungsi hormon ovarium, yang dapat terjadi pada wanita normal dan kelebihan berat badan atau obesitas,” jelas Dr. Wetter.

4. Penderita PCOS Selalu Memiliki Pertumbuhan Rambut Berlebihan

Meskipun benar bahwa pertumbuhan rambut yang berlebihan dapat menjadi tanda PCOS bagi sebagian orang, ‌semua‌ penderita PCOS akan mengalami gejala ini hanyalah mitos, kata Dr. Wetter.

Hirsutisme, atau pola pertumbuhan rambut pria – yang menyebabkan pertumbuhan rambut di wajah, punggung, dan dada – bisa menjadi tanda PCOS, tapi bisa juga merupakan gejala kelainan endokrin yang berbeda atau ciri etnis tertentu, menurut Dr. Wetter.

5. Penderita PCOS Tidak Bisa Hamil

Salah satu mitos besar tentang PCOS adalah jika Anda mengidapnya, Anda tidak bisa hamil. Meskipun benar bahwa kurangnya ovulasi adalah tanda PCOS dan sering kali menjadi bagian dari diagnosisnya, bukan berarti Anda tidak dapat berovulasi jika Anda menderita kelainan tersebut.

“Bagi wanita penderita PCOS yang mengalami infertilitas, ada banyak pengobatan yang tersedia untuk meningkatkan ovulasi dan kesuburan,” Dr. Berens meyakinkan.

Menurut National Institutes of Health, hamil ketika Anda menderita PCOS biasanya melibatkan perubahan gaya hidup dan pengobatan, atau kombinasi keduanya.

Baca juga: Jenis Olahraga yang Disarankan untuk Penderita PCOS, Jalan Kaki hingga Berenang

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."