Anak Muda Bisa Terkena Osteoporosis karena Gaya Hidup yang Buruk

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Digital Operation & Process Improvement Manager Super You by Sequis Febrianto Saputra (kiri) dan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dokter Troydimas Panjaitan,Sp.OT (K) (tengah)  berbagi pengetahuan kesehatan osteoporosis dan manfaat berasuransi kepada lebih dari 100 karyawan Sequis yang berusia milenial dan Gen Z yang hadir pada seminar

Digital Operation & Process Improvement Manager Super You by Sequis Febrianto Saputra (kiri) dan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dokter Troydimas Panjaitan,Sp.OT (K) (tengah) berbagi pengetahuan kesehatan osteoporosis dan manfaat berasuransi kepada lebih dari 100 karyawan Sequis yang berusia milenial dan Gen Z yang hadir pada seminar "Anak Muda Juga Bisa Kena Osteoporosis" yang digagas oleh Sequis dengan menggandeng RS Mitra Keluarga/Sequis

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Masyarakat milenial dan Gen Z diingatkan untuk melakukan mitigasi risiko finansial dan kesehatannya dari gangguan osteoporosis. Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dokter Troydimas Panjaitan menjelaskan bahwa osteoporosis merupakan penyakit sistemik pada tulang yang dicirikan dengan beberapa hal, seperti penurunan massa tulang, kehilangan kekuatan tulang, perubahan struktural tulang. Osteoporosis juga menjadi bisa menjadi gangguan pada integritas tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan patah/fraktur. Kemudian, postur tubuh penderita osteoporosis terlihat membungkuk dan terasa nyeri pada tulang yang mengalami kelainan (ruas tulang belakang).

Kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada usia 35 tahun. Kemudian, di atas 40 tahun, penyerapan tulang akan lebih cepat daripada pembentukan tulang baru. Faktor genetik juga ikut menentukan jika memiliki riwayat keluarga yang menderita osteoporosis, penting untuk lebih waspada karena ada potensi 60-80 persen anggota keluarga lainnya akan menghadapi risiko serupa. Ini berarti, osteoporosis tidak selalu menyerang saat usia sudah lanjut. "Anak muda pun bisa terkena penyakit ini. Bahkan, 80 persen risiko terbesar pada perempuan," kata Troydimas pada bertajuk Anak Muda Rentan Terkena Osteoporosis oleh Sequis dan RS Mitra Keluarga dalam keterangan pers yang diterima Cantika pada 1 November 2023.

Troydimas mengatakan banyak anak muda abai akan kesehatan tulang karena menganggap osteoporosis hanya mengancam orang tua. Apalagi, hormon anak muda cenderung cukup untuk mengatur remodelasi tulang. "Osteoporosis sering disebut sebagai 'silent disease' karena sulit dideteksi sebelum patah tulang. Nanti baru terasa saat usia lanjut. Jika sudah terkena osteoporosis, kesulitan akan terasa semakin berat saat usia semakin tua. Kenyataannya, orang muda juga bisa terkena osteoporosis karena faktor gaya hidup yang buruk,” kata Troydimas. 

Gaya hidup menjadi faktor penting untuk memicu risiko osteoporosis dan juga menjadi faktor penting untuk menghindari penyakit ini. Mulailah dari hal sederhana, seperti hindari gaya hidup 'rebahan,' dan rutin berolahraga karena seiring dengan bertambahnya usia, kelak otot melemah dan meningkatkan risiko patah tulang. "Kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol serta merokok karena dapat merusak kepadatan tulang sebagai penyebab osteoporosis," kata Troydimas.

Digital Operation & Process Improvement Manager Super You by Sequis Febrianto Saputra mengingatkan agar anak muda menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari dan segera berasuransi sebab syarat utama bisa mendapatkan perlindungan asuransi haruslah sehat dan tidak ada penyakit penyerta. Febri mengingatkan hal ini karena osteoporosis merupakan silent disease, jika terkena risiko sakit osteoporosis maka mereka yang sudah punya asuransi kesehatan, dapat segera mendapatkan perawatan medis.

Asuransi kesehatan pada umumnya akan memberikan jaminan kepada Tertanggung untuk mengganti biaya pengobatan yang meliputi biaya perawatan di rumah sakit, biaya pembedahan dan biaya obat-obatan selama sesuai dengan manfaat yang tercantum pada polis dan tidak masuk dalam pengecualian, yakni bukan merupakan penyakit bawaan atau tidak sedang diderita saat masa tunggu maka akan ditanggung oleh produk asuransi kesehatan tersebut. "Hal ini juga berlaku untuk perawatan penyakit osteoporosis,” kata Febrianto. 

Dengan memiliki asuransi kesehatan, bukan saja dapat segera mendapatkan perawatan medis, tetapi orang muda akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan pengalamannya karena finansialnya sudah terjaga oleh asuransi dari risiko pengeluaran medis yang cukup besar.

Pilihan EditorWaspada, Risiko Wanita Lebih Tinggi Alami Osteoporosis Dibanding Pria

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."