Sering Begadang Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini 5 Alasannya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi begadang. Freepik.com

Ilustrasi begadang. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Orang yang sering begadang adalah mereka yang begadang hingga larut malam atau bahkan dini hari, dan baru bisa tertidur setelah itu. Walhasil, mereka lebih aktif dan efisien menjelang sore dan malam hari, karena jam biologis mereka berbeda dibandingkan yang lain. Meskipun hal ini mungkin merupakan kecenderungan genetik pada beberapa orang, ada pula yang bisa bangun larut malam karena pergantian kantor atau karena kebiasaan.

Akan tetapi, orang yang suka tidur malam lebih rentan terhadap penyakit tertentu karena mereka cenderung melewatkan sarapan dan makan lebih banyak di siang hari. Mereka bahkan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan lemak perut atau abdominal fat yang selanjutnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang sering begadang dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 19% dibandingkan dengan mereka yang bangun pagi.

“Di dunia yang serba cepat saat ini, banyak orang yang begadang hingga larut malam, sehingga mereka dijuluki sebagai ‘orang yang suka tidur malam’. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang suka tidur malam mungkin lebih rentan terhadap risiko kesehatan tertentu, termasuk diabetes,” kata Dr. Navneet Agrawal, Kepala Petugas Klinis BeatO, dikutip dari Hindustan Times, Minggu, 17 September 2023.

Dr Agarwal memberikan lima alasan mengapa orang yang sering begadang bisa meningkatkan risiko diabetes.

1. Irama sirkadian terganggu

Tubuh kita memiliki ritme sirkadian alami yang mengatur berbagai proses fisiologis, termasuk metabolisme glukosa. Orang yang sering begadang cenderung memiliki pola tidur tidak teratur, yang dapat mengganggu ritme ini dan berdampak negatif pada pengendalian gula darah.

2. Kualitas tidur yang buruk

Orang yang suka tidur malam sering kali mengalami kualitas tidur yang buruk, sehingga menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan ciri khas diabetes tipe 2.

3. Kebiasaan makan yang tidak sehat

Ngemil larut malam adalah kebiasaan umum di kalangan orang yang suka begadang, dan camilan ini sering kali mengandung banyak gula dan lemak tidak sehat. Pilihan pola makan yang buruk secara terus-menerus dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

4. Aktivitas fisik yang terbatas

Orang yang suka tidur malam mungkin kesulitan menemukan waktu untuk berolahraga secara teratur karena jadwal mereka yang larut malam. Kurangnya aktivitas fisik diketahui merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.

5. Stres dan kesehatan mental

Pola tidur yang tidak teratur dan jetlag sosial dapat meningkatkan tingkat stres dan berdampak pada kesehatan mental. Stres kronis dan masalah kesehatan mental dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

“Kesimpulannya, meskipun sering begadang mungkin merupakan pilihan pribadi, penting untuk mewaspadai potensi risiko kesehatan," jelas Dr. Agarwal.

Untuk mengurangi risiko diabetes, orang yang sering begadang berusaha untuk mempraktikan pola tidur sehat, kebiasaan makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang teratur, dan teknik manajemen stres. Jika Anda mengidentifikasi diri Anda sebagai orang yang sering begadang, penting untuk memprioritaskan kesehatan Anda dan mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian gaya hidup untuk mengurangi risiko diabetes. Ingat, tidak ada kata terlambat untuk mulai memprioritaskan kesejahteraan Anda.

Pilihan Editor: Menteri Budi: Diabetes Jadi Ibu dari Segala Penyakit

HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."