Simak Perbedaan Dokter Kulit dan Ahli Kecantikan, Jangan Tertukar

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi dokter kulit memeriksa pasien. Foto: Freepik.com/Kroshka_Nastya

Ilustrasi dokter kulit memeriksa pasien. Foto: Freepik.com/Kroshka_Nastya

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Di industri kecantikan, kita kerap mendengar pendapat dari dokter kulit dan ahli kecantikan soal bagaimana merawat kesehatan kulit. Apakah kamu menerka mereka satu profesi yang sama? Jika iya, itu keliru. Sebab ada beberapa perbedaan dokter kulit dan ahli kecantikan, mulai dari latar belakang pendidikan dan cakupan yang berbeda dalam merawat pasien.

Salah satu perbedaan utamanya adalah dokter kulit dapat melakukan sejumlah prosedur invasif hingga non-invasif, sementara ahli kecantikan terbatas pada peningkatan permukaan.

"Ahli kecantikan dapat secara kosmetik meningkatkan penampilan epidermis, atau lapisan terluar kulit, dalam lingkup praktik yang digariskan oleh keadaan mereka," kata ahli kecantikan Ashley White, dikutip dari PopSugar, Sabtu, 12 Agustus 2023.

"Dokter kulit adalah profesional medis yang secara hukum dapat mendiagnosis kelainan dan meresepkan obat untuk mengobati kondisi tertentu."

Untuk lebih memahami perbedaan antara dokter kulit versus ahli kecantikan, termasuk contoh mana yang harus kita lihat satu sama lain, yuk kita pelajari bersama.

Perbedaan Dokter Kulit dan Ahli Kecantikan

Salah satu perbedaan utama antara dokter kulit dan ahli kecantikan terletak pada jumlah pelatihan yang harus diselesaikan di setiap bidang.

"Seorang dokter kulit adalah dokter medis yang telah menyelesaikan empat tahun sekolah sarjana di universitas atau perguruan tinggi, empat tahun sekolah kedokteran, magang medis, dan tiga tahun residensi dermatologi," kata dokter kulit Tracy Evans kepada PopSugar. "Mereka juga mengikuti ujian sertifikasi dewan nasional."

Sebaliknya, ahli kecantikan berada di bawah payung tata rias. "Ahli kecantikan menyelesaikan gelar tata rias, yang biasanya satu tahun setelah sekolah menengah atau perguruan tinggi," kata Dr. Evans.

"Mereka diatur oleh negara bagian tempat mereka berpraktik. Beberapa ahli kecantikan dapat melakukan prosedur, seperti facial, microblading, microplaning, ekstensi bulu mata, dan rambut. Beberapa negara mengizinkan mereka melakukan laser dan bahkan injeksi, tetapi kebanyakan tidak."

Kapan Harus Menemui Dokter Kulit atau Ahli Estetika

Meskipun beberapa prosedur yang dilakukan oleh kedua spesialisasi tersebut saling tumpang tindih, ada beberapa kasus di mana Anda harus menemui dokter kulit dan bukan ahli kecantikan.

"Untuk semua kondisi kulit yang sebenarnya, Anda perlu menemui dokter kulit," kata Dr. Evans. "Ini mencakup semuanya, mulai dari eksim, jerawat, rosacea, psoriasis, kanker kulit, pemeriksaan tahi lalat," lanjutnya.

Selain itu, setiap prosedur kosmetik yang melibatkan pemotongan atau penyuntikan kulit seperti filler, suntikan Botox, dan laser harus dilakukan oleh dokter kulit.

White setuju dan menambahkan, "Anda harus menemui dokter kulit satu atau dua kali setahun untuk pemeriksaan kulit, ruam, nodul, dan pemeriksaan untuk tanda-tanda awal kanker kulit."

Dia merekomendasikan menemui ahli kecantikan untuk perawatan topikal umum, seperti facial biasa, perawatan LED atau kimiawi, dan ekstraksi. Ini berarti Anda mungkin akan menemui ahli kecantikan lebih sering daripada dokter kulit.

"Ahli kecantikan dapat memberikan perawatan tertentu di klinik untuk meningkatkan dan/atau mempercepat hasil seperti warna kulit yang lebih merata dan sedikit atau tanpa jerawat," kata White.

Ahli kecantikan biasanya memberikan waktu yang lebih lama dengan klien mereka, sehingga mereka menerima perhatian dan dukungan ekstra selama proses pengoptimalan kulit mereka.

Mana yang Lebih Baik, Dokter Kulit atau Ahli Kecantikan?

Anda tidak bisa memilih salah satu di antara keduanya sebab mereka berperan besar dalam perawatan kulit.

“Menggabungkan perawatan kulit dan obat-obatan sebenarnya bermanfaat,” kata White. "Memiliki banyak penyedia memungkinkan Anda menjaga kesehatan kulit, bukan sekadar memperbaiki kulit yang sudah rusak."

Sederhananya, ahli kecantikan menyediakan layanan yang menangani penampilan kulit Anda, sementara dokter kulit membantu menangani kebugarannya, sebuah proses yang mungkin memerlukan penyelaman lebih dalam ke riwayat kesehatan Anda, serta perawatan kosmetik lainnya seperti filler atau laser. Jadi, apakah Anda hanya dapat memilih satu atau membuat tim ahli, selalu pastikan untuk pergi ke profesional saat mencoba mencapai kulit impian Anda.

Pilihan Editor: Ini Alasan Dokter Kulit Anjurkan Berjemur Pukul 9 Pagi

POPSUGAR

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."