Malas Mengganti Seprai, 5 Risiko Infeksi Kulit Ini Mengintai

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi seprai dan bantal tidur

Ilustrasi seprai dan bantal tidur

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaJika Anda malas mengganti seprai, Anda mungkin telah mengundang kuman yang menyebabkan berbagai infeksi kulit. Meski seprai tidak terlihat kotor, tetapi kain tersebut menumpuk sel kulit mati, keringat dan mengakibatkan tungau yang bisa menimbulkan bentol, jerawat, gatal-gatal dan masalah kulit lainnya.

Ketika seprei tersumbat oleh semua kotoran ini, hampir tidak ada ruang tersisa bagi kulit Anda untuk bernapas dan saat bersentuhan dengan kulit, seseorang dapat mengalami peradangan pada kulit. Tidak mengganti seprai secara teratur juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme, sehingga dapat menyebabkan berbagai infeksi kulit.

Seberapa Sering Anda Harus Mengganti Seprai?

Usahakan untuk mengganti seprai setidaknya seminggu sekali atau lebih sering jika Anda banyak berkeringat saat tidur dan memiliki kondisi kulit yang rentan terhadap infeksi. Selain itu, mandi teratur, perawatan luka yang tepat, serta menjaga kulit tetap bersih dan kering dapat mengurangi risiko infeksi kulit.

5 Bahaya Infeksi Kulit yang Mengintai jika Malas Mengganti Seprai

Jika seprai tidak diganti secara berkala, berikut beberapa infeksi kulit yang mengintai menurut Dr Rinky Kapoor, Konsultan Dermatolog, Ahli Bedah Kosmetik & Dermatologi di Esthetic Clinics dikutip dari Hindustan Times, Selasa, 1 Agustus 2023.

1. Folikulitis

Ketika seprai tidak rutin diganti, keringat, sel kulit mati, dan minyak dapat menumpuk, sehingga menyebabkan folikel rambut tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan folikulitis, kondisi kulit umum yang ditandai dengan benjolan atau pustula merah yang meradang di sekitar folikel rambut. Bakteri, seperti staphylococcus aureus, sering berperan dalam infeksi ini.

2. Jerawat

Seprai yang kotor dapat menampung bakteri dan sebum, yang dapat memperparah pertumbuhan jerawat, terutama bagi mereka yang cenderung mudah berjerawat. Ketika kulit bersentuhan dengan kontaminan ini setiap malam, hal itu dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan memperburuk jerawat yang ada.

3. Kurap

Jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, membuat seprai yang tidak bersih menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi mereka. Kurap, infeksi jamur menular, dapat ditularkan melalui kontak dengan seprai yang terkontaminasi dan menyebabkan ruam gatal, merah, dan melingkar pada kulit.

4. Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit bakteri yang sangat menular dan dapat terjadi ketika bakteri berbahaya, seperti streptococcus atau staphylococcus, masuk melalui luka atau luka terbuka pada kulit. Seprai yang kotor dapat menampung bakteri ini, berpotensi menyebabkan perkembangan atau penyebaran impetigo.

5. Kutu Air

Infeksi jamur umum lainnya, kutu air, dapat ditularkan melalui jamur yang ada di seprai yang tidak bersih. Kaki bersentuhan dengan seprai saat tidur, dan jika jamur menemukan kondisi yang menguntungkan, mereka dapat menyebabkan gatal, kemerahan, dan kulit kaki yang mengelupas.

Jadi, untuk mencegah infeksi kulit di atas, penting untuk menjaga kebersihan, termasuk mengganti dan mencuci seprai secara teratur.

Pilihan Editor: Jaga Kebersihan 3 Benda di Kamar Tidur untuk Cegah Virus Corona 

AN NISA RISTIANTI | HINDUSTANTIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."