6 Fakta Menarik Film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Poster film Basri & Salma in a Never Ending Comedy. Foto: Istimewa

Poster film Basri & Salma in a Never Ending Comedy. Foto: Istimewa

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy disutradarai oleh Khozy Rizal dan diproduseri oleh John Badalu. Ini merupakan kali kedua mereka berkolaborasi setelah menggarap Makassar is a City for Football Fans (2021). Dalam proses pembuatan film yang akan berkompetisi dalam Festival Film Cannes 2023 tersebutada sederet fakta menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut fakta menarik film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy

1. Proses Membuat Ide Cerita dan Naskah Film 

Menurut John Badalu, dia dan Khozy sempat beberapa kali bertemu untuk membahas ide cerita serta naskah film. Setelah melewati proses revisi dan penyusunan naskah bersama maka John setuju untuk memproduksi film pendek Basri & Salma in a Never-Ending Comedy buatan Khozy.

“Aku bersedia (mulai memproduksi film) kalau itu (naskah) direvisi dulu dan Khozy ternyata nggak menyerah. Jadi, dia berulang-ulang bolak-balik sampai akhirnya aku bilang ‘yuk kita produce’, tapi, aku lumayan terlibat juga untuk memberikan masukan cerita biar lebih menarik,” kata John saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, 27 April 2023.

2. Odong-dong jadi Ide Awal Film

Sementara itu, menurut Khozy, ide awal film ketiganya ini datang dari kekagumannya pada odong-odong. “Visual odong-odong yang vibran dan sangat menggemaskan itu, lalu saya putuskan untuk dijadikan sebagai medium untuk bercerita tentang bagaimana keluarga modern Indonesia dengan lapisan-lapisan menarik di dalamnya,” kata Khozy dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Kamis, 27 April 2023.

Khozy berharap penonton dapat merasakan rentang emosi yang luas, mulai dari terkejut, tertawa, dan tersentuh saat menontonnya. "Semoga film ini bisa menjadi sebuah cerminan bagaimana ekspektasi kultural yang patriarkis cenderung membuat kita menjadi sosok yang brengsek dan penuh kekerasan," kata Khozy.

Menurut Khozy, manusia cenderung membuat orang lain merasa bodoh dan mendapatkan banyak tekanan hanya karena mereka tidak memenuhi ekspektasi-ekspektasi tersebut. "Sebuah siklus tanpa henti karena mereka berusaha menghindari tekanan-tekanan tersebut,” tutur sutradara yang telah memutarkan dua film besutannya berjudul Makassar is a City for Football Fans (2021) dan Ride to Nowhere (2022) di berbagai festival film itu.

3. Pemilihan Pemeran

Dalam proses pemilihan aktor yang akan memerankan Basri dan Salma, Khozy mengaku memilih aktor Arham Rizky Saputra dan penari Rezky Chiki karena keduanya cocok dengan watak dan sifat kedua karakter utama dalam ceritanya.

Rezky, yang menurut Khozy merupakan sosok perempuan kuat dan lebih dominan, mirip dengan karakter Salma. Sementara Arham, yang wataknya lebih tenang dan tidak suka anak kecil sangat menggambarkan karakter Basri.

4. Tantangan bagi Sang Sutradara

Khozy mengaku pengalaman menarik selama proses syuting adalah ketika menggarap adegan dengan anak-anak karena memberikan tantangan tersendiri bagi dia, yang tidak suka dengan anak-anak. Dia menambahkan harus memberikan perhatian lebih kepada mereka.

“Mungkin (pengalaman menarik) syuting dengan anak-anak karena I'm basically Basri, secara pribadi dan syuting dengan anak-anak sangat challenging buat aku,” kata Khozy.

5. Kru dan Pemain Asal Makassar

Baik kru film maupun aktor yang terlibat dalam proses pembuatan film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy adalah orang Makassar.

“Semuanya (tim produksi dan aktor), semuanya orang Makassar,” kata Khozy. Proses produksi film pendek Basri & Salma in a Never-Ending Comedy memakan waktu satu setengah bulan sedangkan untuk proses syuting memakan waktu empat hari.

6. Sinopsis Film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy

Film pendek ini bercerita tentang Basri (Arham Rizky Saputra) dan Salma (Rezky Chiki), suami istri yang telah menikah selama lima tahun dan belum dikaruniai anak. Mereka bekerja sebagai tukang odong-odong di karnaval, menghabiskan hari-harinya dengan menghibur dan merawat orang lain. Di antara tekanan dari sanak saudaranya di acara pertemuan keluarga, keraguan diri, dan konfrontasi yang meledak-ledak, mereka mengungkap kesedihan lantaran belum dikaruniai anak.

Basri & Salma in a Never-Ending Comedy diketahui disponsori Singapore International Film Festival melalui Southeast Asian Short Film Grant. Festival Film Cannes ke-76 akan berlangsung mulai 16 sampai 27 Mei 2023. Setelah tayang perdana di Festival Film Cannes 2023, Basri & Salma in a Never-Ending Comedy juga akan tayang di beberapa festival lainnya. 

Pilihan Editor: Jung Ho Yeon Bakal Main di Film Hope, Berperan sebagai Polisi

ANTARA | TEMPO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."