Ramadhan 2023, Masyarakat Diimbau Jangan Latah dan Gegabah saat Belanja

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi belanja di Lotte Grosir Serpong/Lotte

Ilustrasi belanja di Lotte Grosir Serpong/Lotte

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Salah satu tradisi yang kerap dilakukan banyak orang menjelang bulan puasa, khususnya menyambut Ramadhan 2023 ialah belanja kebutuhan di mal atau pasar.  Terkait kebiasaan tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah meminta masyarakat untuk tidak gegabah dan harus tetap bersikap bijak dan rasional saat berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

"Kita berharap masyarakat jangan latah, gegabah, dan ikut tren saja saat belanja. Tapi harus bijak dan rasional," kata Kus saat bertemu media di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023. 

Kus mengungkapkan, dua pekan sebelum lebaran dipastikan akan ada banyak uang yang beredar mengingat Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya dibayarkan pada waktu tersebut. Pasalnya, geliat konsumsi masyarakat serta produksi dari para pelaku usaha akan meningkat cukup signifikan.

Menurutnya, masyarakat akan berbondong-bondong berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari baju baru, sepatu baru, ponsel baru, dan lain sebagainya. Sementara itu, para pelaku usaha juga akan meningkatkan stok produk yang mereka jual.

"Peningkatan omset mereka itu kan terjadi katakanlah dua minggu atau tiga minggu lagi. Tapi mereka sudah harus mulai sejak hari ini atau mungkin sebulan lalu untuk menyiapkan stok yang mereka proyeksikan akan terjadi peningkatan penjualan di sepanjang puasa hingga menjelang Lebaran," ujar Kus.

Di tengah tingginya geliat konsumsi sepanjang Ramadan dan Lebaran, Kus pun mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

Kemudian jika ingin meminjam uang, kata dia, pastikan memiliki sumber dana sehingga dapat melakukan pembayaran sesuai jatuh tempo yang ditentukan.

"Selain itu, kalau mau pinjam juga ingat ada pakem yang biasa digunakan di dunia pinjam-meminjam. Cicilannya itu enggak boleh lebih dari 30 persen dari pendapatan," imbuh Kus.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto menambahkan, perputaran ekonomi memang terjadi sangat besar di momen Ramadan hingga Lebaran. Sehingga, masyarakat yang merayakan perlu memiliki strategi agar keuangan dapat tetap terkelola dengan baik.

"Biasanya kan masyarakat itu mudik atau pulang kampung dan saat mudik itu bawa hadiah buat saudara, makan-makan, dan sebagainya. Jadi memang perlu ada strategi di masyarakat yang merayakan Ramadhan dan Idul Fitri agar bijak untuk mengelola keuangan mereka," katanya.

Pilihan Editor: Ramadhan 2023, Simak 7 Tips Puasa Sehat yang Dimulai dari Menu Gizi Seimbang

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."