9 Tanda Ginjal Tidak Sehat yang Perlu Kamu Ketahui

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi ginjal. Shutterstock

Ilustrasi ginjal. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ginjal bertanggung jawab untuk pemurnian darah dan menghilangkan cairan ekstra dari tubuh. Namun ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, ada beberapa tanda fisik yang muncul. Berikut tanda ginjal tidak sehat yang perlu diwaspadai.

1. Mudah Lelah

“Anda memiliki lebih sedikit energi atau kesulitan berkonsentrasi adalah pertanda buruk. Penurunan fungsi ginjal yang parah dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Ini dapat menyebabkan orang merasa lelah dan lemah,” kata Dr. Puru Dhawan, pakar Ginjal Ayurveda dan pendiri Sai Sanjivani, India

2. Kulit Kering dan Gatal

Menurut Dr. Puru Dhawan, ginjal yang sehat melakukan banyak pekerjaan penting. Ginjal membuang limbah dan cairan ekstra dari tubuh, membantu membuat sel darah merah, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan bekerja untuk mempertahankan jumlah mineral yang tepat dalam darah Anda.

Kulit kering dan gatal bisa menjadi tanda penyakit mineral dan tulang yang sering menyertai penyakit ginjal lanjut, ketika ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah Anda.

3. Urine Berbusa

Gelembung berlebihan dalam urine – terutama yang mengharuskan Anda untuk menyiram beberapa kali sebelum hilang – menunjukkan protein dalam urine. Busa ini mungkin terlihat seperti busa yang Anda lihat saat mengocok telur, karena protein yang umum ditemukan dalam urin, albumin, adalah protein yang sama dengan yang ditemukan dalam telur.

4. Buang Air Kecil Lebih Sering

Mengutip National Kidney Foundation, jika Anda merasa ingin buang air kecil terus-menerus, terutama di malam hari, ini bisa menjadi tanda ginjal tidak sehat. Ketika filter ginjal rusak, dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil.

Namun, buang air kecil lebih sering juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.

5. Terdapat Darah dalam Urine

Ginjal yang sehat  menjaga sel-sel darah di dalam tubuh saat menyaring limbah dari darah untuk membuat urine. Tetapi ketika filter ginjal telah rusak, sel-sel darah ini bisa mulai "bocor" ke dalam urine.

Perlu diketahui juga, selain tanda ginjal tidak sehat, darah dalam urine bisa menjadi indikasi adanya tumor, batu ginjal, atau infeksi, jelas Dr. Dhawan

6. Otot Kram

Puru Dhawan juga menambahkan bahwa ketidakseimbangan elektrolit dapat terjadi akibat gangguan fungsi ginjal. Misalnya, kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kram otot.

7. Pergelangan Kaki dan Kaki Bengkak

Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan retensi natrium, menyebabkan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Pembengkakan di ekstremitas bawah juga bisa menjadi tanda penyakit jantung, penyakit hati, dan masalah vena kaki kronis.

Seperti dikutip dari laman Best Life, karena ginjal bertanggung jawab untuk menyaring kelebihan air dari tubuh, ketika mereka tidak melakukan fungsi itu dengan benar, kelebihan cairan dapat didistribusikan kembali, terutama di ekstremitas Anda.

8. Sulit Tidur

Mengutip National Kidney Foundation, ketika ginjal bermasalah, tidak menyaring dengan benar, lebih banyak racun tetap berada di dalam darah, tidak meninggalkan tubuh melalui urine. Hal ini dapat membuat seseorang mengalami kondisi sulit tidur.

9. Hilang Nafsu Makan

Hilang nafsu makan adalah gejala yang sangat umum pada sejumlah penyakit. Akan tetapi, penumpukan racun akibat penurunan fungsi ginjal bisa menjadi salah satu penyebabnya. Ketika penyakit ginjal pada tahap lanjut dapat menyebabkan sensasi penuh di perut, yang menyebabkan hilang nafsu makan.

Baca juga: 15 Buah yang Bantu Jaga Kesehatan Ginjal

TIMES OF INDIA | BEST LIFE | HEALTHLINE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."