Viral di Media Sosial, Biskuit Oreo Edisi Blackpink Bonus Photocard

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Blackpink. Foto: Instagram/@blackpinkofficial.

Blackpink. Foto: Instagram/@blackpinkofficial.

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dengan fakta bahwa Indonesia berada diurutan pertama dalam daftar fans K-pop terbanyak di dunia, tak bisa dipungkiri bahwa pengaruh mega grup girlband asal Korea Selatan Blackpink, yang dibentuk oleh YG Entertainment. 

Beranggotakan empat orang diantaranya Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé, sangat menggemparkan para penggemarnya yang biasa disebut Blink sehingga apapun yang berkaitan dengan Blackpink pastinya mencuri perhatian besar masyarakat dan menjadi topik utama.

Baru-baru ini, Oreo menggemparkan dunia maya dengan kehadiran produk bertemakan Blackpink dengan kemasan spesial dan biskuit baru berwarna merah muda dan krim hitam. Tidak hanya mengeluarkan produk baru, ternyata varian yang lain seperti Strawberry, Blueberry, Chocolate dan Vanilla yang sudah menjadi favorit keluarga Indonesia pun juga ikut berganti kemasan menyesuaikan tema Blackpink sehingga membuat konsumen ingin mengoleksi semua kemasannya. 

Berdasarkan pantauan di media sosial, banyak sekali akun yang tengah mereview kemasan spesial Oreo kali ini yang semakin membuat masyarakat Indonesia termasuk BLINK kalang kabut untuk segera merasakan produk ini.

Hielda (22) domisili Jakarta yang merupakan salah satu Blink mengungkapkan antusiasmenya terkait kemasan terbaru ini. “Menurut saya Oreo kemasan special Blackpink ini memberikan kejutan untuk para BLINK khususnya di Indonesia. Dibuktikan dengan sangat sulitnya mencari Oreo kemasan spesial ini pada beberapa minimarket menunjukkan tingginya antusiasme Blink. Ditambah, adanya photocard dalam produk khusus yaitu multipack membuat para Blink semakin termotivasi untuk mengoleksi semua photocard tersebut,” ungkap Hielda.

Antusiasme masyarakat dan para Blink juga dibuktikan dengan kesungguhan perburuan Oreo kemasan special Blackpink hingga mereka mendapatkan produknya. “Saya mencari ke sekitar 6 minimarket di sekitar area rumah saya tapi karena tidak mendapatkannya, saya cukup pasrah. Namun, saya tidak menyerah dan akhirnya setelah perburuan panjang saya mendapat produk kemasan spesial Blackpink dengan photocard, karena sejak awal tekad saya sudah bulat dan harus mendapatkan produk ini!,” pungkas Hielda.

Berdasarkan pantauan di media sosial, banyak sekali akun yang tengah mereview kemasan spesial Oreo edisi Blackpink/Foto: Doc. Oreo

Kehebohan Blink rupanya membuat pihak toko kewalahan dalam melayani BLINK yang membeli  kemasan spesial Blackpink. Perwakilan dari Minimarket area Jabodetabek pun mengiyakan hal tersebut. 

“Antusiasme masyarakat Indonesia sangat luar biasa! produk Oreo kemasan spesial Blackpink ini baru saja datang dan belum sempat dipajang di etalase namun sudah ludes terjual dengan antrian Blink yang ingin membeli. Bahkan, ada beberapa toko kami yang belum mendapatkan distribusi produk ini namun sudah dibanjiri pertanyaan dan pesanan," ucapnya.

Semua rangkaian produk bertemakan Blackpink habis terjual dalam waktu singkat dan yang paling banyak dicari adalah kemasan multipack isi 6 dengan bonus photocard di dalamnya. Konsumen yang sebagian besar didominasi oleh Blink rata-rata membeli 4-6 bungkus kemasan spesial Blackpink dengan kuantitas pembelian lebih dari satu kali,” jelas Perwakilan dari Minimarket area Jabodetabek.

Kesan pertama yang dirasakan konsumen dan para BLINK saat mencoba kemasan spesial ini diungkapkan oleh Egi (25) domisili Jakarta Timur.  “First impression untuk packaging cantik, eksklusif, dan sesuai tema yang sangat Blackpink. Aku pribadi suka detail mahkotanya yang ada di atas gambar Oreo karena seperti ada di MV Blackpink. Photocard-nya lucu," jelas Egi.

Baca: Konser Blackpink di Stadion GBK pada Maret 2023 Terancam Batal, Ini Alasannya

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."