Alasan Masyarakat Indonesia Suka Pasta Jenis Spageti

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi spaghetti bolognese. Foto: Unsplash.com/Carolina Cosso

Ilustrasi spaghetti bolognese. Foto: Unsplash.com/Carolina Cosso

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dari beragam jenis pasta mulai dari spageti, makaroni, fettuccine, fusili, farfalle hingga penne, manakah yang paling disukai masyarakat Indonesia? Jawabannya spageti, menurut Senior Brand Manager PT Sukanda Djaya (distributor resmi pasta San Remo), Evlin Wangsadirdja. Karena spageti mirip dengan mi, salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia, menurut Senior Brand Manager PT Sukanda Djaya (distributor resmi pasta San Remo), Evlin Wangsadirdja.

"Kalau untuk varian (pasta) yang paling favorit adalah spageti. Karena penduduk Indonesia sangat familiar dengan mi. Jadi, spageti ini boleh dibilang (berkontribusi) lebih dari 50 persen penjualan di San Remo," tukas Evlin saat ditemui dalam pembukaan “Casa San Remo” di Summarecon Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara, pada Rabu, 12 Oktober 2022.

Karena kemiripan bentuk, menurut pengalaman Evlin, kadang sejumlah orang Indonesia menyebut makan pasta menjadi makan mi.

Saat ditanya saus pasta favorit masyarakat Indonesia, Evlin mengungkapkan saus bolognese berada di posisi teratas, baru saus carbonara. "Bolognese. Saus bolognes cocok dengan daging sapi atau ayam giling, sementara saus carbonara dengan jamur dan daging asap yang tipis-tipis," imbuhnya sambil memberikan rekomendasi pugasan atau topping pasta.

Bicara soal popularitas pasta di Indonesia, Evlin mengatakan masyarakat Indonesia yang mengenal pasta terus bertambah dilihat dari antusias dan penjualan, tanpa menyebut nominal pastinya.

"Pasta menjadi konsumsi favorit setiap minggu untuk variasi. Kadang-kadang anak bosen makan nasi, pasta ini bisa jadi pengganti nasi. Kalau dibilang di Indonesia ini tidak bisa menggantikan nasi, tapi penjualan pasta semakin baik di Indonesia," jelasnya.

Tips Memasak Pasta

Di kesempatan yang sama, Evlin juga bagikan kiat memasak pasta. Salah satu tips memasak pasta pada umumnya, menurut Evlin adalah penggunaan air yang banyak. "Mesti diingat, airnya mesti lebih banyak daripada pasta. Perbandingannya, 500 gram pasta dengan lima liter air, itu minimal," tuturnya.

"Harus dikasih garam untuk mengeluarkan aroma pasta. Tidak perlu dikasih minyak. Pada saat udah mendidih, masukkan pastanya. Masak sekitar 9 menit atau maksimal 10 menit," lanjutnya.

"Dengan asumsi sausnya sudah siap, pasta yang sudah matang ditiriskan lalu diberi minyak zaitun. Baru dicampur dengan saus,"

Agar pasta yang dimasak punya tingkat kematangan sempurna alias al dente, Evlin mengatakan bisa mengecek kematangannya di menit ke-8.

"Ambil satu pasta , kita coba dipatahin atau digigit karena itu sudah matang. Kalau kita dapat (bunyi) tek, itu al dente. Idealnya memang al dente, namun beberapa masyarakat indonesia menganggap tekstur al dente itu belum matang. Karena ada satu titik menempel di gigi, jadi balik lagi itu kembali ke selera," tuturnya.

Dikutip dari laman Thespruceeats, istilah al dente berasal dari frasa Italia yang diterjemahkan sebagai "sampai ke gigi" (to the tooth). Artinya, pasta memiliki tingkat kematangan sempurna.

Kiat lain yang dibagian Evlin adalah jika pasta ditiriskan terlalu lama bisa disiram dengan air dingin untuk mengurangi panasnya. "Karena kalau tetap panas itu berarti merebus secara tidak langsung, jadinya pasta lengket," imbaunya.

Baca juga: Cara Memasak Pasta agar Lebih Sehat, Jangan Lupa Protein dan Sayuran

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."