Mengulik Kisah Cincin Tunangan Kate Middleton, Inspirasi Desain dari Pertengahan Abad ke-19

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
(dari kanan) Kate Middleton dan suami, Pangeran William. Foto: Instagram/@dukeandduchessofcambridge

(dari kanan) Kate Middleton dan suami, Pangeran William. Foto: Instagram/@dukeandduchessofcambridge

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Cincin tunangan Kate Middleton, yang pernah menjadi milik ibu mertuanya, Putri Diana, memiliki kisah belakang yang cukup romantis. Cincin safir ikonik yang digunakan Pangeran William untuk melamar Kate pada tahun 2010 dikenal sebagai cincin yang sama yang diberikan Pangeran Charles kepada Diana.

Desain cincin itu berasal dari pertengahan abad ke-19. Menurut Garrard, pembuat cincin tersebut, ia terinspirasi dari sepotong perhiasan yang ditugaskan Pangeran Albert untuk calon pengantinnya, Ratu Victoria, pada tahun 1840. Bros safir besar yang dikelilingi oleh dua belas berlian bundar dan bertakhtakan emas sangat dipuja oleh Ratu Victoria. Ia memakainya saat menikah.

Selama dua dekade berikutnya, Ratu Victoria sering memakai bros. Ketika dia meninggal pada tahun 1901, dia menyatakannya sebagai pusaka mahkota. Oleh karena itu, mahkota tersebut telah dipakai oleh setiap Ratu (dan Permaisuri) sejak saat itu, termasuk Ratu Elizabeth. Nenek Pangeran William dan Pangeran Harry itu telah memakainya berkali-kali selama hidupnya, termasuk acara-acara penting seperti pembaptisan Pangeran William.

Menurut Garrard, Pangeran Charles memilih cincin tersebut untuk dipersembahkan kepada Diana di Kastil Windsor sebagai persiapan lamaran. Koleksinya termasuk safir tebal dan cincin berlian karena mengingatkan Charles pada bros yang sering dilihat nenek dan ibunya. Diana dilaporkan memilihnya karena cocok dengan mata birunya, dan pertimbangan lainnya adalah sejarah.

Cincin ikonik tersebut menampilkan safir Ceylon oval 12 karat yang diatur dalam emas putih 18 karat dan dikelilingi oleh 14 berlian solitaire. Cincin itu bernilai USD37.500 pada tahun 1981 ketika Charles melamar Putri Diana, tetapi kini dianggap tak ternilai karena sejarahnya.

Selama wawancara pasca-pertunangan resmi mereka, di mana Kate mengenakan gaun biru kerajaan rancangan Issa yang serasi dengan cincin itu, Pangeran William menjelaskan mengapa cincin itu begitu istimewa baginya.

"Ini cincin tunangan ibuku jadi, saya pikir itu cukup bagus karena ini adalah cara saya untuk membuatnya tetap dekat dengan itu semua," dia berkata.

Safir telah lama menjadi permata pilihan bagi wanita kerajaan, terutama dalam hal lamaran pernikahan. Selain Kate Middleton dan Putri Diana, Ibu Suri memiliki cincin pertunangan safir biru seperti halnya Putri Anne. Sementara itu, cincin pertunangan Putri Eugenie dari Jack Brooksbank juga menampilkan batu safir padparadscha langka yang berwarna pink.

Baca juga: Kate Middleton dan Pangeran William RAyakan Satu Dekade Pernikahan

PEOPLE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."