41 Persen Orang Tua Masih Tidak Bisa Temukan Minat dan Bakat Anak

Orang tua bermain bersama anak di wahana petualangan Happy Wonderland di Mal Ciputra Jakarta. Arena bermain ini tersedia mulai 17 Juni sampai 10 Juli 2022. Dok. Mal Ciputra Jakarta

keluarga

41 Persen Orang Tua Masih Tidak Bisa Temukan Minat dan Bakat Anak

Sabtu, 9 Juli 2022 18:00 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap orang tua pasti ingin anak mereka menjadi berhasil dan memiliki masa depan yang cerah. Salah satu yang biasanya dilakukan orang tua adalah dengan mencari minat dan bakat si kecil sejak dini agar kemudian dapat diasah untuk membantu si kecil mencapai mimpinya. Dalam perjalanan panjang seorang anak mewujudkan mimpinya, peran orang tua sebagai support system memegang peranan yang sangat penting, namun menemukan potensi anak sejak usia dini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua.  

Saskhya Aulia Prima selaku Psikolog Anak & Co-Founder TigaGenerasi menyatakan bahwa mengenali bakat dan minat si kecil adalah tahapan awal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembangkan mimpi serta potensi anak. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengenali bakat dan minat tersebut. "Yang pertama, penting bagi setiap orang tua untuk terus mengamati dan observasi potensi anak, selanjutnya orang tua bisa mengajak si kecil untuk terus bereksplorasi dan berlatih secara konsisten, serta hadir dalam setiap proses latihan. Selain itu, orang tua harus terus belajar dan mengetahui perkembangan zaman agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dari anak. Orang tua diharapkan mampu memupuk karakter anak untuk selalu adaptif dengan mimpi yang ingin ia capai, mengamati karakter si kecil dan yang terpenting bisa lebih sabar dalam menikmati prosesnya,” kata Saskhya dalam keterangan pers yang diterima Cantika pada 5 Juli 2022. 

Berdasarkan survey secara daring yang dilakukan oleh Lazada dan Babyologist pada bulan Juni 2022 dengan responden ribuan ibu di Indonesia, ternyata 41 persen orang tua mengaku masih belum menemukan potensi serta arah minat dan bakat si kecil. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah anak yang cenderung masih mengeksplorasi hal baru, kesulitan anak untuk fokus hingga mood anak yang seringkali berubah-ubah. Sebanyak 61 persen orang tua mengakui mereka gemar mencari informasi dari para expert melalui webinar parenting, sosial media maupun sumber lainnya sebagai salah satu upaya dalam mengatasi tantangan ketika mengasah potensi serta minat dan bakat si kecil. 

VP FMCG Lazada Indonesia Lia Kurtz mengatakan semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan mereka terus mencari informasi agar mendapatkan bekal parenting yang cocok dan relevan dengan perkembangan zaman terkini. Lazada secara rutin menyelenggarakan seminar edukasi parenting  bersama Babyologist, sehingga orang tua bisa secara langsung memperoleh informasi parenting dari para ahli di bidangnya. "Kali ini kami secara khusus mengangkat tema seputar bagaimana orang tua bisa menggali potensi dalam diri anak dan membantu mereka menjadi pribadi yang sukses dan mandiri di masa depan terutama karena perubahan jaman yang sangat cepat,” ungkap Lia Kurtz, VP FMCG Lazada Indonesia.

Antusiasme orang tua, terutama para ibu terhadap seminar edukasi yang diadakan Lazada pun kian meningkat. “Sejak pertama kali kami menyelenggarakan seminar-seminar ini, pesertanya meningkat cukup signifikan. Kami juga memahami bahwa parenting adalah sebuah proses yang melalui berbagai tonggak dalam kehidupan anak maupun orang tuanya. Lazada ingin bisa selalu menjadi teman terbaik bagi orang tua dalam proses tersebut dan tentunya dengan menyuguhkan topik-topik yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan para orang tua,” tambah Lia. 

Selain rangkaian seminar edukasi, puluhan brand serta seller yang tergabung dalam Lazada Mother and Baby Festival juga menghadirkan berbagai promo menarik khusus untuk produk-produk perlengkapan ibu dan anak. Kali ini, konsumen juga berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman berbelanja berbeda melalui virtual reality website. Konsumen dapat berbelanja kebutuhan ibu, anak dan keluarga dengan menjelajah “The Dreamland” virtual booth dimana setiap booth-nya telah didesain khusus dengan berbagai tema menarik seperti Fantasy Land, Under the Sea dan Future Land. 

Baca: Orang Tua, Yuk Ajarkan 3 Keterampilan untuk Anak Ini