Tanda Kekurangan Vitamin D, Kerap Alami Perubahan Suasana Hati

Ilustrasi vitamin, termometer, dan masker. Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

kesehatan

Tanda Kekurangan Vitamin D, Kerap Alami Perubahan Suasana Hati

Rabu, 25 Mei 2022 07:15 WIB
Reporter : Antara Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Meski tinggal di negara tropis, risiko kekurangan vitamin D masih bisa ditelusuri karena kekurangan vitamin D terjadi pada hampir semua kelompok umur, termasuk di negara tropis seperti Indonesia.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi kekurangan vitamin D meliputi; jumlah paparan sinar matahari, asupan vitamin D yang rendah, usia, warna kulit, obesitas, kehamilan, menyusui, dan beberapa jenis penyakit yang ikut serta,” ujar Praktisi Kesehatan Klikdokter, dr. Devia Irine Putri dalam jumpa pers virtual, Selasa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendeteksi kekurangan vitamin D.Menurut Journal of Medicine tahun 2020, satu dari dua orang di Indonesia menderita kekurangan vitamin D. Hasil survei responden membuktikan bahwa hanya 14 persen dari mereka yang tahu, apakah mereka kekurangan vitamin D atau tidak. Salah satu penyebabnya, kekurangan vitamin D memiliki gejala yang seringkali tidak disadari.

“Beberapa gejala kekurangan vitamin D adalah mudah lelah, mudah sakit, penyembuhan luka lebih lama, perubahan suasana hati, kecenderungan sedih dan tertekan, kecemasan berlebihan, dan rambut rontok. Selain itu juga mudah mengalami patah tulang meski tidak mengalami luka serius, nyeri tulang, dan kram otot,” ujar dr. Devia.

Padahal, pemenuhan vitamin D sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan tulang, gigi, dan otot. Juga untuk mencegah berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes mellitus, hingga autoimun.

Oleh karena itu, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui lini bisnis Kalbe Consumer Health dan brand Sakatonik Activ bekerja sama dengan Klikdokter untuk menjawab permasalahan tersebut, dengan menghadirkan D3TES. Ini adalah alat edukasi berbasis online pertama di Indonesia yang cepat dan praktis untuk mengetahui potensi kadar vitamin D dalam tubuh.

“Alat D3TES online diluncurkan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan kelompok usia produktif yang memiliki rutinitas dan waktu terbatas untuk memenuhi vitamin D,” kata Brand Manager Grup Sakatonik, Sonny Rifendy.

D3TES dapat diakses melalui website www.sakatonik.co.id/d3tes atau melalui link di akun media sosial resmi Instagram @SakatonikActiv.id. Pengguna dapat langsung mengisi data diri dan menjawab kuisioner singkat di D3TES.

“Skrining itu mudah dilakukan, yakni dengan menjawab beberapa pertanyaan yang meliputi gejala, faktor risiko, atau gaya hidup secara ringkas. Nanti hasilnya akan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan skor yang telah ditetapkan,” jelas dr. Devia.

Setelah semua pertanyaan terisi, maka pengguna akan mendapatkan hasil kadar vitamin D untuk mendeteksi potensi kekurangan vitamin D pengguna. D3TES juga dilengkapi dengan saran dan rekomendasi dari dokter terkait tindak lanjut hasil deteksi.

Sedangkan pemenuhan vitamin D secara alami didapat dari sinar matahari yang mengandung sinar UV, yang kemudian membantu pembentukan vitamin D3 dalam tubuh. Vitamin D juga dapat diperoleh dari asupan makanan serta penunjang suplementasi vitamin D. Salah satunya Sakatonik Activ D3-1000 yang merupakan suplemen berupa tablet bermembran dengan kandungan vitamin D3 (Cholecalciferol) 1000 IU atau setara dengan 25 mcg.

“Solusi yang tepat, cepat dan praktis untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sangat diperlukan di tengah aktivitas yang berangsur-angsur kembali normal. Sakatonik Activ berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap kesehatan keluarga Indonesia khususnya pemenuhan vitamin D melalui edukasi terkait,” pungkas Sonny.

Baca: Berjemur Tidak Cukup, Ini Langkah Khusus untuk Cegah Kekurangan Vitamin D