Jangan Sedih Bila Tidak Lolos SNMPTN, Tata Strategi Baru dengan 3 Evaluasi Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi tes SNMPTN/Zenius

Ilustrasi tes SNMPTN/Zenius

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pengumuman seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi salah satu pengumuman yang sangat ditunggu anak Sekolah Menengah Atas. Jalur undangan ini melakukan seleksi tanpa tes, tapi dengan melihat nilai rapor dari semester satu hingga lima. Tak heran, persaingan untuk berhasil lolos SNMPTN terbilang sengit. Mulai dari persaingan dengan teman satu sekolah untuk bisa melakukan pendaftaran, hingga persaingan dengan ratusan ribu peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Sayang, ada yang harus kecewa saat tidak lolos SNMPTN.

Dari 612.049 total pendaftar di tahun ini, hanya 120.643 siswa yang berhasil diterima di 125 perguruan tinggi negeri impiannya pada pengumuman SNMPTN Selasa lalu. Bila kamu golongan tidak lolos SNMPTN, percayalah bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Kamu boleh merasa sedih, kecewa, atau butuh waktu sejenak untuk move on. Tapi, yang terpenting walau tidak lolos SNMPTN, kamu harus segera bangkit dan mengatur ulang strategi untuk meraih impianmu.

Platform edukasi berbasis teknologi, Zenius, telah merangkum tiga hal yang perlu kamu pikirkan kembali bila tidak lolos SNMPTN. Tiga hal tersebut sangat penting untuk menata strategi ke depannya. Apa sajakah?

1. Sudah yakin dengan universitas dan jurusan yang kamu pilih?

Ketika tidak lolos SNMPTN, kamu jadi memiliki kesempatan untuk memikirkan dan memastikan keputusanmu. Apakah sudah benar-benar yakin dengan keputusan tersebut? Beberapa di antara kamu mungkin masih ragu-ragu. Padahal, keputusanmu ini sangat berpengaruh pada masa depanmu. Kuliah memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tak sedikit. Jangan sampai kamu cuma asal pilih dan malah nggak sesuai dengan minatmu yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, kamu bisa melakukan riset mandiri mengenai berbagai jurusan yang tersedia, dan jurusan apa yang paling sesuai dengan ketertarikanmu. Tanyakan pada dirimu, bidang apa yang ingin kamu tekuni? Begitu pula dengan universitas, apakah kamu ingin kuliah di dekat rumah, atau ingin merantau? Perhatikan kembali plus dan minus dari setiap keputusan serta pikirkan secara matang.

Bila sebelumnya kamu belum sempat meminta saran dari orang tua maupun teman, inilah saatnya untuk mengobrol dengan mereka. Dengan memiliki keputusan yang matang, kamu akan menghindari penyesalan di waktu mendatang.

2. Apa sih yang membuat kamu gagal?

Yuk, review kembali persiapanmu selama ini. Apakah selama SMA, kamu telah berusaha yang terbaik? Apakah seluruh nilai pada mata pelajaran yang relevan dengan jurusan pilihanmu sudah cukup baik? Apakah kamu memiliki pencapaian non-akademik untuk mendukung nilaimu? Bagaimanapun, hal tersebut sangat krusial pada seleksi SNMPTN.

Tapi jangan salah, tidak lolos SNMPTN bukan hanya disebabkan nilai rapor yang kurang baik, lho. Bisa jadi terdapat kesalahan dalam proses administrasi karena kamu kurang teliti, atau bahkan hal sepele seperti foto profil pada akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang tidak sesuai standar. Strategi dalam mengurutkan pilihan dan kejelian melihat peluang yang sesuai dengan nilai rapor juga menjadi kunci keberhasilan SNMPTN.

Analisis faktor apa saja yang menjadi penyebab kegagalanmu, namun fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu upayakan. Tidak perlu berlarut-larut dalam penyesalan, juga jangan sampai terlalu menyalahkan diri sendiri. Yang terpenting, kamu sadar dan mau memperbaiki diri.

3. Terus, apa yang harus kamu lakukan sekarang?

Pilihan tempat untuk berkuliah sangat banyak dan tidak hanya terbatas pada PTN semata. Kamu bisa mempertimbangkan sekolah kedinasan, politeknik, hingga Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Saat ini sudah banyak PTS yang kualitasnya bersaing dengan PTN, kok. Atau bila kamu tertarik, kamu bisa mencari informasi universitas yang ada di luar negeri.

Namun bila kamu masih ingin mengejar PTN, tentunya kamu sudah tahu bahwa terdapat jalur lain untuk masuk ke PTN, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Karena jalur ini menggunakan sistem tes, kamu harus mempersiapkan diri dengan maksimal dalam menghadapi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK). Bila belum berhasil pada SBMPTN, beberapa universitas juga menyediakan jalur tes mandiri. Perkuat pemahamanmu pada materi-materi yang akan diujikan, cari tahu tipe soal setiap tahunnya, dan banyaklah berlatih agar kamu terbiasa dengan pola soal yang ada. Kamu juga perlu mengecek website resmi tiap universitas untuk melihat jadwal ujian mandiri yang tersedia.

“Sebagai seorang angkatan 2018 yang tidak lolos SNMPTN, UTBK, dan UM, membuatku sadar kalau aku belum belajar secara serius. Sejak saat itu, aku belajar melalui live class Zenius dan ikut Try Out untuk mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi UTBK. Akhirnya, kerja kerasku terbayar dan aku berhasil diterima di kampus yang aku impikan,” tutur salah satu alumni Zenius, Gisheila Rachma Dihanita yang kini sudah menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Sebelas Maret dalam keterangan pers yang diterima Cantika pada 2 April 2022.

Jadikan pengalaman tidak lolos SNMPTN ini sebagai bahan bakar untuk meraih impianmu dengan lebih giat. Ingat, kegagalan bukan penghalang dalam meraih mimpi. Masih banyak kesempatan yang bisa kamu coba. Semangat!

Baca: Putrinya Lulus SNMPTN ITB, Atalia Praratya: Anak Cerdas Turunan Ibu

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."