Kenali Penyakit Kulit Dermatitis Atopik, Penyebab dan Gejalanya

Ilustrasi kulit gatal (Pixabay.com)

kesehatan

Kenali Penyakit Kulit Dermatitis Atopik, Penyebab dan Gejalanya

Senin, 14 Maret 2022 12:45 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, JakartaPenyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang kini umum dialami oleh masyarakat. Penyakit kulit terbagi menjadi penyakit yang menular dan tidak menular. Penyebab penyakit kulit biasanya adalah infeksi jamur, virus, dan bakteri yang bisa menyebar melalui kontak langsung dengan kulit, udara, atau penggunaan barang bersama.

Berbagai macam faktor penyebab lainnya juga dapat disebabkan oleh faktor iklim, mulai dari suhu udara, kebersihan lingkungan dan juga kebersihan diri. Padatnya populasi masyarakat Indonesia terutama di kota besar, berikut dengan kondisi ekonomi dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan kulit, turut mempengaruhi angka kejadian berbagai penyakit kulit yang sering terjadi di Indonesia. 

Beberapa tahun terakhir Indonesia juga dihebohkan dengan adanya kasus dermatitis atopik pada anak-anak. Prevalensi dermatitis atopik mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian oleh Soegiarto et al, tahun 2019, melaporkan bahwa morbiditas penyakit alergi pada anak sekolah di kota metropolitan di Indonesia memiliki pola yang sama dengan negara berkembang lainnya. 

Penelitian melibatkan 499 anak dan remaja dari sekolah dan universitas di 5 kota. Dilaporkan 278 subjek setidaknya memiliki satu manifestasi penyakit alergi, dimana kasus dermatitis atopik sebesar 1,8 persen. Urtikaria dan rhinitis alergi merupakan penyakit atopik yang paling sering muncul, dengan riwayat keluarga atopi positif sebesar 60,79 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kasus dibandingkan tahun 1998.

Dermatitis atopik dapat menyerang segala usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua di umur emasnya. Gejala eksim pada bayi umumnya pertama kali muncul saat usia 2 sampai 3 bulan, pada anak kecil biasanya muncul di usia 2 tahun hingga masa pubertas. 

Penyebab dermatitis atopik adalah kondisi peradangan kulit yang kronis dan kambuh. Anak-anak dengan dermatitis atopik sering mengalami disfungsi pelindung kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, bersisik, bergelombang, merah dan atau bengkak. Jika terjadi goresan kronis, kulit menjadi menebal dan atau mengeras. 

Setiap pengidap dapat merasakan gejala dermatitis atopik yang berbeda. Pada balita, gejala dermatitis atopik berupa kulit bersisik, memerah, dan berkerak di area pipi, kulit kepala, tangan, dan kaki. Sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa, gejala eksim atopik yang sering muncul adalah ruam merah dan terasa sangat gatal di area belakang leher, lutut, dan siku.

Penyakit yang juga dikenal sebagai eksim kering ini bisa terus kambuh hingga dewasa, meski bagi sebagian anak gejalanya dapat membaik atau bahkan hilang. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi perawatan yang tepat bisa membantu mengendalikan dan meringankan gejalanya.

Bagi sebagian orang yang mengalami kondisi kulit atopik, mengunjungi dan berobat ke dokter kulit ternyata tidak selalu mudah. Meski rasa gatal sudah tak tertahankan  dan permukaan kulit sudah berubah total, tetap saja ada beberapa orang yang merasa enggan untuk meminta bantuan kepada dokter spesialis kulit. 

Namun di sisi lain, banyak orang tidak ragu dan terkesan selalu menomorsatukan penampilan, dengan berkunjung ke klinik kecantikan tanpa melihat apakah dermatologistnya jelas dan terkredibilitas. 

Tentunya banyak faktor yang menyebabkan orang dengan penyakit kulit tersebut enggan berkunjung ke dokter spesialis kulit, seperti kurangnya pengetahuan mengenai penyakit kulit, kondisi pandemi yang menyebabkan orang takut ke Rumah Sakit, keterbatasan waktu dan biaya, dan masih banyak faktor lainnya.

Ilustrasi kulit kering. Shutterstock

Berangkat dari adanya kondisi tersebut, ERHA Brand Dermatology di Indonesia beranggapan bahwa setiap orang berhak memiliki kulit sehat, sehingga mendorong ERHA untuk memberikan solusi kulit menyeluruh baik untuk Aesthetic/Cosmetic Dermatology maupun General Dermatology. 

Direktur Erha Noviana Supit mengatakan Erha memiliki dokter spesialis kulit yang berpengalaman, alat medis yang lengkap, sehingga tentunya juga memiliki kemampuan untuk memberikan solusi menyeluruh untuk kesehatan kulit.

"Tahun ini kami meluncurkan brand lini baru yang dapat mempermudah akses masyarakat untuk menyelesaikan seluruh masalah kulitnya. Kami berkomitmen untuk hadir menyediakan segala informasi mengenai kulit dan solusi menyeluruh juga menciptakan pengalaman yang aman dan nyaman dalam praktiknya,” ucap Noviana melalui siaran pers, Sabtu, 12 Maret 2022. 

Dengan adanya solusi General Dermatology melalui lini baru Erha Ultimate Atopy Cure dan Erha Ultimate Skin Health, Erha ingin kekhawatiran mengenai kesehatan kulit dapat tertangani dengan baik, begitu pula dalam mendapatkan kulit indah secara estetis. 

ERHA berdiri tidak hanya sebagai klinik estetika biasa, tetapi sebagai entitas yang mengambil masalah serius terutama untuk masalah kulit dengan tema Skinclusive,  Atopy Solution For All, A to Z Skin, All in. Setiap perawatan sangat dipersonalisasi untuk setiap pasien dengan kenyamanan yang juga sangat diperhatikan. Secara journey, pasien juga akan merasa lebih aman karena tidak harus pergi ke Rumah Sakit dan bertemu banyak orang.

ERHA Ultimate Atopy Cure, Atopy Solution for All, merupakan lini yang akan fokus menyelesaikan masalah dermatitis atopik untuk tiga kategori yaitu Baby and Children Atopic Dermatitis solusi aman untuk kulit sensitif si kecil, Adult Atopic Dermatitis solusi cepat dan efektif untuk para orang dewasa yang selalu produktif, dan Geriatric Atopy Dermatitis solusi untuk kulit sehat di usia emas. 

Sementara ERHA Ultimate Skin Health, A to Z Skin, All in, dengan tiga kategori yaitu Skin Tumor untuk penanganan menjinakkan sel kulit tumbuh dengan tepat, Wound Healing solusi untuk hilangkan bekas luka agar tetap percaya diri, dan Skin Infection solusi kulit sehat untuk semua jenis kulit yang terinfeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi virus, maupun kulit yang terinfestasi parasit.

Baca: Kiat Mona Ratuliu Atasi Dermatitis Atopik pada Anak: Cari Sumber Alergi