Kiat Mona Ratuliu Atasi Dermatitis Atopik pada Anak: Cari Sumber Alergi

Mona Ratuliu bersama anak keempatnya, Numa (Instagram/@monaratuliu)

kesehatan

Kiat Mona Ratuliu Atasi Dermatitis Atopik pada Anak: Cari Sumber Alergi

Jumat, 28 Agustus 2020 16:30 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris dan presenter Mona Ratuliu berbagi kisah anak keempatnya, Numa Kamala Srikandi atau Numa, mengalami dermatitis atopik atau biasa disebut eksim. Menurut istri Indra Brasco ini, pemicu munculnya ruam merah tersebut biasanya karena alergi yang salah satunya berasal dari keturunan.

"Siapa yang bayinya kulitnya merah-merah kayak Numa? 2-3 hari belakangan kulit Numa memerah dan agak berair. Bukan karena keseringan dicium, bukan juga karena kena ASI kok. Kalau ada yang bayinya kulitnya mirip Numa begini, ini namanya: dermatitis atopik. Biasa dikenal juga dengan eksim," tulis Mona di laman Instagram-nya pada Senin, 24 Agustus 2020.

Mona tidak terkejut menghadapi kondisi tersebut karena pernah dialami juga oleh anak ketiganya, Nala, waktu masih bayi, bahkan lebih parah dari Numa yang baru berusia tiga bulan.

"Sebenernya kondisi kayak gini nggak ada obatnya. Cuma perlu dicari alerginya karena apa. Masalahnya tiap anak alerginya bisa berbeda, jadi nggak bisa nyontek tetangga sebelah," imbuhnya.

Meski demikian, Mona tetap menjalankan prosedur standar buat alergi dengan menjauhkan barang-barang yang sering dihinggapi debu serta cari sabun dan losion yang paling cocok sama kulitnya si kecil.

Karena Numa masih minum air susu ibu atau ASI, Mona menghindari seafood atau boga bahari, telur dan produk yang mengandung susu dan keju.

"Mohon maaf nggak bisa kasih referensi merek sabun atau lotionnya, karena tiap anak bisa beda kondisinya. Cocok-cocokan. Nala dan Numa aja beda. Sebenarnya ada salep untuk meredakan kemerahan dan gatalnya, tapi itu pun sekali lagi nggak berani kasih rekomendasi karena mesti resep dokter. Ada risiko dari penggunaan salep dalam jangka panjang soalnya," ujar Mona.

Mona mengatakan jika dermatitis atopik tidak “sembuh” dengan instan. Prosesnya panjang untuk cari tahu apa saja pencetus alerginya. Bahkan bisa kumat juga seumur hidup. Anak kemungkinan jadi suka rewel karena kulitnya terasa gatal.

Melansir dari laman Kids Health pada Kamis, 27 Agustus 2020, eksim adalah kondisi kulit yang mengalami iritasi, kemerahan, kering, bergelombang, dan gatal. Ada beberapa jenis eksim, tetapi yang paling umum adalah dermatitis atopik. Bagi banyak orang, "eksim" dan "dermatitis atopik" memiliki arti yang sama.

Tanda atau gejalanya kulit terasa kering dan gatal. Karena sifatnya yang begitu gatal, maka sering pula disebut "gatal yang berbintik-bintik". Termasuk muncul kemerahan, sisik, dan benjolan yang bisa mengeluarkan cairan dan kemudian mengeras cenderung datang dan pergi. Ketika memburuk, itu disebut flare-up.

Bayi berusia kurang dari 1 tahun biasanya mengalami ruam eksim di pipi, dahi, atau kulit kepala. Ini bisa menyebar ke lutut, siku, dan tubuh (tapi biasanya tidak ke area popok).

Penyebab eksim tidak diketahui pasti. Mungkin ada perbedaan dalam cara sistem kekebalan seseorang bereaksi terhadap berbagai hal. Alergi kulit berpengaruh dalam beberapa bentuk eksim.

Eksim, asma, dan alergi serbuk bunga dikenal sebagai kondisi "atopik". Kondisi ini mempengaruhi orang yang terlalu sensitif terhadap alergen di lingkungan. Bagi sebagian orang, alergi makanan dapat menyebabkan atau memperburuk keadaan. Bagi yang lain, alergi bulu binatang, debu, serbuk sari atau hal lain mungkin bisa jadi pemicunya.

Tidak ada tes khusus yang digunakan untuk mendiagnosis eksim. Dokter akan memeriksa ruam dan menanyakan gejala, kesehatan masa lalu anak, dan kesehatan keluarga. Jika anggota keluarga memiliki kondisi atopik, itu bisa menjadi petunjuk penting.

Dokter akan mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan peradangan kulit, dan mungkin menyarankan agar anak Anda menemui dokter kulit atau ahli alergi.

Selain itu, dokter mungkin meminta Anda untuk menghindari anak menyantap makanan tertentu seperti telur, susu, kedelai, atau kacang-kacangan, mengganti deterjen atau sabun, atau membuat perubahan lain untuk sementara waktu untuk melihat apakah anak Anda bereaksi terhadap sesuatu.

Tidak ada obat untuk eksim. Dokter akan merekomendasikan perawatan berbeda berdasarkan seberapa parah gejalanya, usia anak, dan di mana ruamnya. Beberapa di antaranya dioleskan pada kulit yang terpapar.

Anak-anak mandi atau berendam disarankan menggunakan air hangat (bukan panas). Gunakan sabun lembut tanpa pewangi atau pembersih non-sabun dan tepuk-tepuk kulit hingga kering sebelum mengoleskan krim atau salep. 

Kulit harus sering dilembapkan (idealnya, dua atau tiga kali sehari). Waktu terbaik untuk mengaplikasikan moisturizer adalah setelah mandi. Salep (seperti petroleum jelly) dan krim paling baik karena mengandung banyak minyak.

EKA WAHYU PRAMITA