7 Tips agar Wangi Parfum Bisa Bertahan Lama

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi parfum. shutterstock.com

Ilustrasi parfum. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Semua orang ingin agar wangi parfum mereka bisa tahan lama. Maklum aroma parfum juga bisa menjadi ciri khas seseorang. Orang bisa mengenali dan menyadari kehadiran Anda hanya berdasarkan aroma parfum yang kerap Anda gunakan. Namun hal ini akan menjadi sulit dilakukan bila ketahanan aroma atau longevity parfum Anda habis hanya dalam beberapa jam.

Ini menjadi keluhan umum terutama bagi pencinta produk parfum tradisional yang cenderung melewatkan banyak pengawet dan stabilisator yang membantu ramuan bertahan lebih lama baik di kulit maupun di pakaian.

Ini adalah harga kecil yang harus dibayar untuk wewangian yang lebih aman, tetapi tetap saja mengecewakan. Namun, beberapa trik praktis yang dikutip dari laman MindBodyGreen ini dapat membantu parfum Anda bertahan lebih lama.

1. Oles atau semprot parfum pada titik nadi
Sebenarnya ada alasan fungsional mengapa kita cenderung mengoleskan atau menyemprot parfum pada titik-titik nadi, seperti bagian dalam pergelangan tangan dan siku, di belakang telinga, di leher, bagian belakang lutut. Pada titik-titik nadi, lapisan kulit cenderung lebih tipis sehingga lebih dekat dengan aliran darah dan panas tubuh,

Penata rias selebriti Rosie Johnston menjelaskan saat aroma parfum terkena panas tubuh, parfum mulai menghangat dan proses aroma dimulai. Cat Chen yang merupakan pendiri merek wewangian Skylar, menjelaskan lebih lanjut, "Semua titik nadi Anda seperti radiator kecil. Kehangatannya membantu menyebarkan aroma."

2. Jangan menggosok parfum di pergelangan tangan
Setelah Anda mengoleskan atau menyemprot parfum pada titik-titik nadi, mungkin terasa naluriah untuk menggosok pergelangan tangan, lipatan siku hingga belakang telinga secara bersamaan, dengan maksud untuk meratakan parfum atau sekedar agar cairan minyak wangi lebih cepat menyerap.

Padahal cara ini sebetulnya salah. "Menggosok parfum merupakan kesalahan besar yang sejak dahulu dilakukan banyak orang," ujar Johnston. Menggosok parfum dapat lebih cepat membakar lapisan pertama pada parfum, sehingga aroma parfum lebih cepat hilang. Selain itu, menggosok parfum juga dapat merusak partikel-partikel yang terdapat di dalam parfum dan dapat mengubah aroma hingga ketahanan parfum.

Jika Anda ingin memadukan dua wewangian bersama-sama atau ingin menghilangkan sebagian air parfum yang dirasa terlalu basah, cobalah untuk mengetuk perlahan pergelangan tangan alih-alih menciptakan gesekan. Anda juga dapat mengoleskan pergelangan tangan Anda ke lengan Anda, ke leher Anda, atau di mana pun Anda ingin menyimpan aroma tanpa mengacaukan ketahanan dan aromanya.

3. Semprotkan di area dada
Selain titik nadi, area lain yang bisa membantu memancarkan aroma parfum dengan lebih kuat adalah area dada yang dekat dengan jantung. "Aroma akan menyebar, denyut jantung akan bertindak sebagai penyebar aroma," ujar Chen.

4. Semprotkan setelah mandi
Semprotkan parfum tepat setelah mandi, karena usai mandi kulit menjadi lebih lembab dan hal itu membantu membuka aroma parfum untuk lebih terpancar. "Selain itu, ketika Anda keluar dari kamar mandi, suhu kulit dan tubuh Anda mengalami peningkatan. Suhu yang lebih tinggi mampu menyebarkan aroma ditambah lagi dengan kondisi kulit yang bersih, bebas dari keringat dan minyak berlebih," ujar Johnston.

Kulit yang lembab dapat menjadi dasar yang akan menahan wewangian bisa bertahan lebih lama. Maka cobalah untuk mengoleskan losion tubuh usai mandi, supaya kulit lebih terhidrasi saat parfum disemprotkan ke kulit Anda.

5. Semprotkan pada pakaian
Saat menggunakan eau de parfum, Johnston biasanya menyemprot di pakaiannya, bukan kulitnya. "Ini akan bertahan lebih lama di kain daripada di kulit Anda," jelas dia. Hal ini disebabkan karena keringat dan minyak alami di kulit sepanjang hari dapat menumpuk dan membuat aromanya hilang.

6. Pilih eau de parfum
Kemungkinan Anda pernah melihat salah satu dari dua label parfum yang tertulis eau de toilette dan eau de parfum (terkadang ditulis sebagai EDT dan EDP). EDP memiliki konsentrasi minyak wangi yang lebih tinggi (sekitar 25 persen), yang membuatnya jenis wewangian ini biasanya lebih kuat dan tahan lama. EDT, di sisi lain, sering disukai karena aplikasi yang lebih ringan dan lebih lapang, dengan sekitar 15 persen minyak wangi.

Selain itu Anda juga bisa menjadi perfume oil atau extrait perfume yang biasanya berupa minyak dalam tabung kecil. Karena berupa konsentrat, maka aromanya lebih kuat dan tahan lama sehingga Anda cukup mengoleskannya langsung ke titik-titik nadi. "Ini jauh lebih reaktif terhadap panas suhu tubuh alami Anda," kata Johnston.

Minyak parfum juga biasanya mengandung pembawa seperti jojoba atau minyak kelapa, yang menghidrasi kulit secara bersamaan — dan kulit yang terhidrasi, dapat membantu aroma bertahan.

7. Periksa aroma dasar atau base notes
Aroma kayu-kayuan dan aroma gourmand (aroma manis seperti makanan pada madu, vanila dan cokelat) pada base notes biasanya menjadi aroma yang paling tahan lama dibandingkan aroma-aroma lainnya. "Semua aroma dasar atau base notes pada parfum merupakan aroma yang bertahan paling lama," ujar Johnston.

Oleh sebab itu biasanya pencipta parfum memasukkan aroma dari minyak vanila, minyak nilam, minyak kayu cendana atau kayu cedar sebagai aroma dasar yang membuat parfum memiliki aroma yang bertahan lebih lama di kulit.

Sedangkan aroma atas (top notes) merupakan aroma yang langsung tercium ketika parfum disemprot. Biasanya aroma yang digunakan adalah bunga dan aroma buah seperti jeruk. Tetapi aroma ini hanya bertahan beberapa saat.

Baca: Tak Sekadar Wangi, Aroma Vanilla pada Parfum Bisa Meredakan Stres

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."