Kenali Sebab dan Cara Atasi Mimisan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Mimisan.

Mimisan.

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaMimisan ialah pendarahan dari jaringan di dalam hidung (selaput lendir hidung) yang disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan mimisan pada anak-anak terjadi di bagian depan hidung yang dekat dengan lubang hidung. Prof. Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, melalui akun Instagram-nya @profesorzubairi berbagi seputar sebab dan cara atasi mimisan.

Menurutnya, mimisan tidak tergantung waktu. Bisa siang atau malam dan tidak tergantung kondisi. Mimisan juga bisa terjadi saat sehat atau sakit. 

Pada sebagian anak, mimisan bisa terjadi karena ada kumpulan pembuluh darahnya yang rentan alami pendarahan, yaitu Pleksus Kiesselbach. Terletak pada sekat hidung belakang dan berbatasan dengan tulang keras hidung. Pendarahan pada Pleksus Kiesselbach itu bisa berhenti sendiri.

Sedangkan yang mimisan sulit berhenti itu jika terjadi pada perdarahan di bagian belakang hidung dan terjadi pada orang tua, hipertensi berat, atau trauma tulang hidung yang keras. Pendarahan pada bagian depan rongga hidung dapat dicetuskan oleh cuaca, terlalu panas atau terlalu dingin. Infeksi hidung dan alergi juga bisa jadi penyebab.

Selain itu, kebiasaan mengorek lubang hidung juga bisa menyebabkan mimisan. Misalnya menggosok, mengorek, atau meniup ingus terlalu keras, sehingga pembuluh darah pecah.

Orang dengan hipertensi, tumor di daerah hidung atau nasofaring, baik ganas maupun jinak, kelainan darah, hemofilia, trombosit terlalu rendah, demam berdarah, juga dapat menyebabkan mimisan.

Solusi terbaik jika anak Anda atau Anda sendiri kerap mimisan, berkonsultasilah ke dokter THT sebagai pengecekan yang lebih pasti. Bila dianggap perlu, dapat dilakukan kateterisasi pada pembuluh darah yang menyebabkan mimisan. Jika diduga ada kelainan pembekuan darah, rujuk ke dokter ahli penyakit dalam konsultan hematologi.

Cara menghentikan mimisan yang paling penting adalah jangan panik dan basuh dengan air. Jepit hidung dengan ibu jari dan telunjuk/jari manis. Selipkan kapas yang digulung seperti rokok di lubang hidung yang berdarah.

Tekan sambil terus menjepit ke arah tulang keras hidung. Tahan posisi ini selama sekitar lima menit. Selama menjepit hidung, anak duduk dengan badan condong ke depan agar jika darah mengalir ke mulut tidak tertelan. Dapat pula digunakan es yang ditempelkan pada cuping lubang hidung yang berdarah di perbatasan dengan tulang yang keras, lalu ditekan ke arah bibir atas.

Baca juga: Penyakit Obesitas Hingga Darah Tinggi Bisa Picu Pendarahan Otak

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."