Tren Perawatan Kulit Masa Kini, Mulai Cegah Kulit Kendur Hingga Kerutan

Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

kecantikan

Tren Perawatan Kulit Masa Kini, Mulai Cegah Kulit Kendur Hingga Kerutan

Jumat, 3 Desember 2021 14:05 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Perawatan kulit sudah menjadi lifestyle bukan hanya bagi perempuan, tetapi juga bagi pria. Perkembangan digital dan media sosial membuat tren perawatan kulit berbasis teknologi terkini dari luar negri menjadi viral di Indonesia.

Pilihan perawatan non-invasive untuk mengatasi problem kulit seperti Pigmentasi dan Anti Aging seperti kulit kendur, kerutan juga semakin digemari mengingat tidak adanya down time dan hasilnya bisa langsung terlihat dan dirasakan oleh pasien. Di era pandemi ini pun face zoom trend pun semakin membuat orang lebih memperhatikan kebutuhan personalnya khususnya.

Spesialis Kulit dan Kecantikan Dokter Stanley Setiawan mengatakan salah satu teknologi yang sudah cukup andal dalam mengatasi masalah anti aging dan sudah terbukti secara klinis efektif adalah alat yang menggunakan teknologi Ultrasound. "Meskipun ada beberapa kendala pada penggunaan alat berbasis Ultrasound yang ada saat ini yaitu lamanya proses treatment, rasa rasa nyeri pada pasien," ujarnya melalui siaran pers, Jumat 3 Desember 2021. 

Setelah lebih 15 tahun dari teknologi Ultrasound yang ada akhirnya pada tahun ini muncul teknologi terbaru di dunia sebagai jawaban beberapa kendala tersebut yang dihadirkan pertama oleh PT Regenesis Indonesia di Bulan November 2021 ini dengan brand Softwave, yang kami percayai akan menjadi trend treatment anti aging 2022.

Hal tersebut sejalan dengan perkembangan dunia kulit dan kecantikan di dunia, seperti yang diungkapkan Sales dan Marketing Direktur PT Regenesis Indonesia Emmy Noviawati. Menurutnya Sofwafe adalah sebagai salah satu wujud nyata komitmen dari Regenesis Indonesia dimana selalu menghadirkan produk produk yang selalu inovatif, up to date dan berorientasi pada added value.

Wujud nyata lainnya Regenesis juga pernah menghadirkan teknologi laser terbaru di dunia dengan technology picoseconds dengan Brand Picoway serta filler tahan panas satu satunya di Indonesia dengan brand Neauvia.

Softwave LTD meluncurkan inovasi terbaru yang merupakan terobosan di teknologi Ultrasound dimana teknologi ini sudah mendapatkan FDA Approved untuk mengatasi problem kulit kendur, eyebrow lifting juga kulit dibagian wajah bagian bawah dagu, pengencangan kulit sekitar area leher.

SofWave, memiliki SUPERB Technology (Synchronous Ultrasound Parallel Beam) dimana energi ultrasound berbentuk silinder dihantarkan bersamaan secara parallel masuk kedalam lapisan kulit dikedalaman 1,5 mm,secara stimultan selama 30-45 menit, sehingga membantu proses pembentukan Colagen (Colagen Remodeling), Elastin dan Hyaluronic Acid yang sangat diperlukan pada proses peremajaan kulit.

Temperatur yang dihasilkan oleh Sofwave dalam kulit mencapai 60-70 C, adanya system “Colling” pada permukaan Hand Piece Sofwave memungkinkan permukaan kulit aman dan nyaman pada waktu panas menyebar di dalam kulit papar Dokter Hellen Selaku Bussines Development Manager Regenesis.

Treatment dengan Sofwave akan digemari masyarakat Indonesia dimana memiliki banyak keunggulan dibandingan perawatan antiaging yang sudah ada di pasaran saat ini beberapa diantaranya : waktu perawatan yang relatif cepat (30-45 menit) ,minimal dari rasa nyeri, minimal efek sampingnya yang bisa mengganggu kondisi kulit (tanpa down time) sehingga memungkinkan pasien untuk langsung kembali melakukan aktifitasnya dan juga hanya diperlukan 1 kali treatment dalam 1 tahun yang tidak didapatkan dari treatment anti aging yang ada di Indonesia.

Hasil dari perawatan menggunakan SofWave bisa kita lihat pada saat setelah perawatan (immediate result) dan mencapai hasil yang optimal dalam waktu tiga bulan setelah perawatan, sesuai dengan waktu dibutuhkan untuk kolagen yang baru terbentuk dan memperbaiki kulit. 

Baca: Cegah Kering dan Kusam, Simak 5 Perawatan Kulit Malam Hari Saat Musim Hujan