5 Alasan Mengapa Sayang Melewatkan Red Notice, Bali jadi Salah Satu Latar Studio

Dwayne Johnson, Gal Gadot dan Ryan Reynolds saat menghadiri pemutaran perdana film Red Notice di Los Angeles, California, AS pada 3 November 2021. Foto: Netflix.

ragam

5 Alasan Mengapa Sayang Melewatkan Red Notice, Bali jadi Salah Satu Latar Studio

Senin, 15 November 2021 13:35 WIB
Reporter : Bisnis.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Setelah hak siarnya dibeli oleh Netflix pada 2019, Red Notice kini akhirnya bisa disaksikan oleh penggemar berat Gal Gadot, Dwayne Johnson, dan Ryan Reynolds.

Film besutan Rawson Marshall Thurber ini bercerita tentang seorang profiler FBI yang terpaksa bekerja sama dengan seorang penipu ulung guna menangkap seorang pencuri karya seni yang menjadi buronan kelas kakap, The Bishop.

Menariknya, tidak hanya menghadirkan adegan-adegan yang memompa adrenalin, seperti ledakan, tembakan, dan baku-hantam, Red notice juga menyisipkan lelucon-lelucon yang menggelitik.

Berkaitan dengan itu, berikut sejumlah alasan mengapa Red Notice wajib ditonton.

1. Dibintangi artis peran ternama

Red Notice memiliki tiga pemeran utama, yakni Dwayne Johnson, Gal Gadot, dan Ryan Reynolds. Dwayne Johnson berperan menjadi John Hartley. Lalu, Gal Gadot memainkan tokoh The Bishop. Sementara itu, Ryan Reynolds memerankan sosok Nolan Booth.

2. Aksi laga seru dan chemistry kuat

Kepiawaian ketiga bintang utama dalam berakting di genre laga membuat film ini terlihat begitu seru. Chemistry yang ditunjukkan antara ketiganya pun cukup kuat, sehingga mampu meyakinkan penonton.

Gal Gadot dan Dwayne Johnson berdansa di film Red Notice. Foto: Netflix.

3. Ada banyak adegan jenaka

Sementara itu, tak hanya memperlihatkan adegan-adegan yang memompa seperti ledakan, tembakan, dan baku-hantam, Red notice juga menyisipkan humor-humor yang cukup menggelitik.

Seperti yang telah disebutkan di awal, film ini tidak hanya penuh dengan aksi laga. Penonton juga akan dibuat tertawa dengan sentuhan komedi yang datang dari karakter Nolan Booth. Sosoknya pun semakin kocak ketika berhadapan oleh Hartley yang cenderung bersikap serius dan dingin.

4. Diajak berkeliling dunia

Menariknya, upaya Hartley dan Booth dalam menangkap The Bishop ini lantas membawa mereka berpetualangan ke berbagai penjuru dunia, mulai dari penjara terkecil hingga berhadapan dengan banteng di koloseum, Roma. Sebagai tambahan informasi, film ini juga "memperlihatkan" Bali sebagai latar tempat, lho.

5. Adegan dansa Dwayne Johnson dan Gal Gadot dilakukan terpisah

Dalam salah satu scene, kedua bintang utama ini diperlihatkan menari bersama. Sementara di sekeliling mereka juga banyak pasangan lainnya yang menari. Tarian keduanya adalah tribute bagi film klasik True Lies dan Thomas Crown Affair.

Nah yang menarik, Dwayne dan Gal ternyata melakukan syuting tarian itu berdua saja. Setelah mereka selesai, barulah para pemain lainnya melakukan syuting di lokasi yang sama. Dua syuting berbeda ini lalu disatukan saat proses pascapraduksi.

Di sisi lain, dalam konferensi pers, Ryan Reynolds tak segan memuji performa lawan mainnya yang berakting dengan totalitas. Ia bahkan menyebut Gal Gadot sebagai aktris yang atletis dan begitu luwes dalam adegan laga. "Banyak adegan laga yang dilakukannya sendiri, saya kagum banget," kata Ryan.

Lepas dari itu, film streaming dengan anggaran paling mahal, yakni sekitar US$200 juta ini juga akan menampilkan Ritu Arya, Melissa Kennemore, Alexander Perkins, dan Vincenzo Amato.

Baca: Menjadi Buronan Kelas Kakap, Gal Gadot: Seru Sekali Bisa Tampilkan Sisi Lain