Hanna Kirana Meninggal Karena Gagal Jantung, Cek Gejala dan Penyebabnya

Nama Hanna Kirana banyak menjadi perbincangan setelah ia diketahui menjadi pemeran Zahra baru menggantikan Lea Ciarachel dalan sinetron Suara Hati Istri - Zahra. Hanna menggantikan aktris muda Lea Ciarachel yang banyak dikritik karena dianggap tidak pas untuk memerankan karakter tersebut. Instagram/@hannakiranaa23

kesehatan

Hanna Kirana Meninggal Karena Gagal Jantung, Cek Gejala dan Penyebabnya

Rabu, 3 November 2021 12:10 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, JakartaHanna Kirana, aktris muda sinetron Indosiar, Suara Hati Istri, meninggal pada Selasa, 2 November 2021 pukul 21.00 WIB di RS PMI Bogor. Ia mengalami gagal jantung dan berpulang dalam usia 18 tahun setelah dokter berusaha melakukan penyelamatan.

Sahabatnya, Icha mengabarkan berita duka itu di halaman Instagramnya. Ia menuliskan, Hanna Kirana bernama asli Hanna Anisa Setiadi. "Kamu insyaallah jadi bidadari surganya Allah SWT sayangnya aku. Beliau adalah sahabat dan seperti adik aku sendiri. Kamu orang yang sangat baik, gak pernah marah. Selalu mentingin orang lain daripada diri kamu sendiri," tulis Icha.

Sebelumnya, Icha juga mengunggah ulang kabar yang disampaikan keluarga almarhumah di Instagram Story Hanna. "Innlillahi wainnailahi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Hanna Annisa Setiadi binti Budi Setiadi. Anak kami, sodara kami, kakak kaki, adik kami tercinta. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya," demikian layar yang menamakan #saudarihana itu.

Aktris sinetron muda, Hanna Kirana meninggal pada Selasa, 2 November 2021 karena gagal jantung. Foto: Instagram Icha.

Berbicara mengenai gagal jantung, melansir laman Healthline, 3 November 2021 gagal jantung ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa suplai darah yang cukup ke tubuh. Tanpa aliran darah yang cukup, semua fungsi utama tubuh akan terganggu. Gagal jantung adalah suatu kondisi atau kumpulan gejala yang melemahkan jantung Anda.

Pada beberapa orang dengan gagal jantung, jantung mengalami kesulitan memompa cukup darah untuk mendukung organ lain dalam tubuh. Orang lain mungkin mengalami pengerasan dan kekakuan otot jantung itu sendiri, yang menghalangi atau mengurangi aliran darah ke jantung.

Gagal jantung dapat mempengaruhi sisi kanan atau kiri jantung Anda atau keduanya secara bersamaan. Ini bisa berupa kondisi akut (jangka pendek) atau kronis (berkelanjutan).

Pada gagal jantung akut, gejalanya muncul tiba-tiba tetapi hilang dengan cukup cepat. Kondisi ini sering terjadi setelah serangan jantung. Ini juga mungkin akibat dari masalah dengan katup jantung yang mengontrol aliran darah di jantung.

Namun, pada gagal jantung kronis, gejalanya terus menerus dan tidak membaik seiring waktu. Sebagian besar kasus gagal jantung bersifat kronis.

Sekitar 6,2 juta orang Amerika mengalami gagal jantung, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Kebanyakan dari orang-orang ini adalah laki-laki. Namun, perempuan lebih rentan karena gagal jantung ketika kondisinya tidak diobati.

Gagal jantung adalah kondisi medis serius yang memerlukan perawatan. Perawatan dini meningkatkan peluang Anda untuk pemulihan jangka panjang dengan komplikasi yang lebih sedikit. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami gejala gagal jantung.

Lantas, apa saja gejala gagal jantung? Kelelahan, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, kehilangan nafsu makan, batuk terus-menerus, detak jantung tidak teratur, palpitasi jantung, pembengkakan perut, sesak napas, kaki dan pergelangan kaki bengkak, dan vena leher yang menonjol

Apa yang menyebabkan gagal jantung?

Penyebab paling umum dari gagal jantung adalah penyakit arteri koroner (CAD), gangguan yang menyebabkan penyempitan arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena gagal jantung meliputi:

1. Kardiomiopati, gangguan pada otot jantung yang menyebabkan jantung menjadi lemah2. Penyakit jantung bawaan3. Serangan jantung4. Penyakit katup jantung5. Jenis aritmia tertentu, atau irama jantung tidak teraturtekanan darah tinggi6. Emfisema, penyakit paru-paru7. Diabetes8. Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif9. Bentuk anemia yang parah10. Pengobatan kanker tertentu, seperti kemoterapi11. penyalahgunaan zat atau alkohol

Baca: Hanna Kirana Meninggal, Pacarnya: Allah Selalu Sayang Kamu, Han

ISTIQOMATUL HAYATI | HEALTHLINE