Jangan Asal Beri, Ingat 15-20 Persen Penyakit Anak Akibat Camilan Tak Sehat

Camilan Sehat untuk Anak

keluarga

Jangan Asal Beri, Ingat 15-20 Persen Penyakit Anak Akibat Camilan Tak Sehat

Minggu, 17 Oktober 2021 15:00 WIB
Reporter : Antara Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Orang tua perlu cermat dalam memilih camilan yang baik bagi anak-anak. Selain itu camilan juga harus sehat dan bernutrisi karena bila si kecil terbiasa mengkonsumsi camilan yang kurang baik terus-menerus maka ini akan bisa mengganggu sistem imunnya, menurut dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Attila Dewanti Poerboyo.

Dari sederet pilihan camilan bernutrisi baik, yogurt bisa menjadi salah satunya. Camilan ini memiliki kandungan susu dan bakteri sehat untuk pencernaan anak.

“Karena di dalam sistem pencernaan si Kecil terdapat komponen sistem imun yang berperan besar dalam daya tahan tubuhnya,” kata dia yang menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia itu melalui siaran pers, dikutip Minggu 17 Oktober 2021.

Attila mengatakan, camilan, bisa berperan sebagai pelengkap asupan gizi seimbang harian dan mengimbangi energi yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-sehari si kecil seperti belajar dan bermain, di sela-sela makanan pokok.

“Namun, jangan sembarang dalam memberikan camilan ya. Diperkirakan 15-25 persen penyakit anak-anak disebabkan karena pemilihan camilan yang kurang tepat,” kata dia.

Attila mengingatkan, anak memiliki lambung yang lebih kecil dari orang dewasa oleh sebab itu sebaiknya diberikan makanan dengan porsi sedikit terlebih dulu.

Selain nutrisi, perhatikan juga kemasan camilan. Kemasan dengan desain unik dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus anak karena bisa membuat mereka ingin memegang dan menggerakkan kemasan tersebut.

Kemasan camilan yang memiliki gambar-gambar lucu dapat menstimulasi daya imajinasi si kecil dan dengan kemasan yang warna-warni juga bisa menstimulasi kognisinya dalam mengenal warna.

“Ini tentunya sangat penting untuk dilatih di masa golden age of growth, saat usia si kecil 0-5 tahun di mana perkembangan otak dan fisik si kecil sangat pesat krusial,” kata Attila.

Hal senada diungkapkan neuropsikolog pediatrik di pusat pembelajaran dan pengembangan di Child Mind Institute di New York, Laura Phillips, Psy.D. Menurut dia, anak-anak mengembangkan keterampilan yang mendasari pengaturan emosi seperti kesabaran, pengendalian diri, dan toleransi frustrasi. Ketika tujuan mereka terpenuhi, mereka kemudian menyimpan kesuksesan itu, yang juga dapat berkontribusi pada peningkatan harga diri dan kemajuan diri.

Baca: 7 Tips Konsumsi Camilan Sehat Sebelum dan Sesudah Olahraga