Puan Maharani Kenakan Busana Adat Bundo Kanduang, Apa Maknanya?

Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan busana adat Minang/Foto: Setjen DPR RI

mode

Puan Maharani Kenakan Busana Adat Bundo Kanduang, Apa Maknanya?

Selasa, 17 Agustus 2021 13:15 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan HUT RI, di Istana Merdeka, Selasa, 17 Agustus 2021.

Didaulat membacakan Teks Proklamasi, cucu proklamator Bung Karno tersebut mengenakan pakaian tradisional Bundo Kanduang, asal Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat. Busana tersebut dipakai pada acara adat seperti pernikahan, pengangkatan datuak, dan lainnya, serta merupakan simbol pentingnya peran Ibu.

“Negeri yang merdeka ini tidak hanya harus berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi, tetapi juga berkepribadian dalam budayanya,” ujar Puan Maharani mengutip Trisakti Bung Karno, dalam siaran pers Sekretariat Jenderal DPR RI, Selasa 17 Agustus 2021.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan busana adat Minang/Foto: Setjen DPR RI

Mantan Menko PMK ini memakai busana Bundo Kanduang bernuansa krem, merah dan emas ini. Busana adat yang biasa disebut juga dengan Limpapeh Rumah Nan Gadang merupakan busana yang biasa dipakai oleh perempuan Minang di Minangkabau, Sumatera Barat.

Busana ini biasa dipakai oleh seorang perempuan yang telah dewasa atau yang telah menikah, dengan memakai Tingkuluak Balenggek, penutup kepala yang berasal dari Lintau, Tanah Datar.

Oleh perempuan Minang, busana Bunda Kanduang biasa dipakai pada acara adat seperti pernikahan, pengangkatan datuak, dan lainnya. Makna dari busana ini adalah merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga.

Sebagai informasi, menurut data dari bagian undangan Istana Presiden, jumlah pendaftar upacara virtual mencapai 45 ribu orang dengan komposisi 29 ribu untuk upacara pagi dan 16 ribu untuk upacara sore.

Baca: Intip Gaya Puan Maharani dan Sri Mulyani di Sidang Tahunan MPR 2021