Perlukah Masyarakat Lakukan Vaksin Booster? Ini Kata Ahli

Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

kesehatan

Perlukah Masyarakat Lakukan Vaksin Booster? Ini Kata Ahli

Rabu, 28 Juli 2021 22:05 WIB
Reporter : Bisnis.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Vaksinasi Covid-19 disarankan bagi masyarakat untuk memperoleh daya tahan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam melindungi dan menghindari risiko yang parah. Namun berdasarkan dari hasil penelitian, diketahui bahwa 6 bulan setelah vaksinasi maka kadar antibodi mulai menurun. Oleh karena itu vaksin booster penting diberikan kepada tenaga kesehatan, terutama dalam melawan Covid-19 dengan varian baru.

Vaksinolog dan juga Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dirga Sakti Rambe melalui instagramnya yakni @dirgarambe 27 Juli 2021 mengatakan bahwa tenaga kesehatan sebagai garda terdepan memiliki risiko yang cenderung lebih besar. Oleh karena itu, pihak tenaga kesehatan perlu diberikan vaksinasi booster.

Untuk melakukan vaksinasi ketiga, jenis vaksin yang digunakan dapat sama dengan vaksin sebelumnya atau dapat menggunakan vaksin mRNA yakni moderna. “Walaupun belum ada penelitian yang spesifik tentang penggunaan vaksin inactivated yang dilanjutkan dengan vaksin mRNA, namun secara imunologi aman dan beberapa negara telah melakukannya” ucapnya.

Vaksin mRNA yakni moderna juga diketahui efektif untuk melawan virus Covid-19 varian baru. Efek samping mRNA juga diketahui cukup mirip dengan vaksin Covid-19 lainnya dan memiliki risiko yang rendah untuk miokarditis atau peradangan pada otot jantung. Selain itu, Dirga juga menyarankan untuk tidak melakukan olahraga selama seminggu pasca vaksinasi.

Masyarakat yang bukan tenaga kesehatan tidak perlu untuk melakukan vaksinasi ketiga, karena dua kali vaksinasi telah cukup. Vaksinasi ketiga hanya perlu diberikan kepada tenaga kesehatan dan sudah mulai diberikan.

Baca: Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Hasilkan Antibodi 10 Kali Lipat dari Sinovac