Sikat Gigi Setiap Hari, Ternyata Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Wanita sikat gigi. Freepik.com/Gpointstudio

Wanita sikat gigi. Freepik.com/Gpointstudio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Merawat kesehatan gigi tak hanya sekedar menyikat gigi dua kali sehari. Meskipun banyak orang yang takut untuk pergi ke dokter gigi, namun malah banyak yang tidak menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut mereka. Meskipun telah sikat gigi setiap hari, jika tidak merawatnya dengan baik itu akan menderita rasa sakit dan masalah serupa lainnya.

Dilansir dari indianexpress, Rabu 21 Juli 2021 seorang prostodontis, ahli implantologi dan spesialis desain senyum Dr Diksha Tahilramani Batra mengatakan bahwa ada kesalahan tertentu yang dilakukan orang saat menyikat gigi.

Berikut kesalahan yang sering dilakukan dan tidak sehat untuk gigi :

1. Tidak menggunakan sikat gigi yang benar
Mitos terbesar di zaman kita adalah membeli sikat gigi sedang atau keras untuk membersihkan lebih efektif. Padahal itu dapat menyebabkan kerusakan selama bertahun-tahun. Karena teksturnya keras akan mengikis gigi yang sehat dan alami dengan perawatan yang berlebihan.

2. Menggunakan pasta gigi anti-sensitivitas atau pemutih secara permanen
Kesalahan umum adalah menggunakan pasta gigi yang dimaksudkan untuk menutupi sensitivitas dalam waktu lama. Padahal itu tidak mengatasi masalah dan juga membuat rentan terhadap gigi berlubang, penyakit gusi dan bau mulut. Itu karena komponen utama dalam pasta gigi tersebut adalah untuk mengobati sensitivitas atau mencerahkan warna gigi. Jenis pasta gigi tidak masalah, selama Anda menggunakan jumlah yang tepat dan menyikat dua kali sehari. Pasta gigi sensitif dimaksudkan untuk digunakan selama jangka waktu yang ditentukan. Lalu pasta gigi pemutih harus digunakan di bawah pengawasan untuk mencegah potensi kerusakan pada gigi Anda. Pasta gigi harus melindungi gigi dan gusi , jadi gunakan kombinasi yang mengandung fluoride yang melindungi gigi Anda dari kerusakan. Dan bagian berbasis gel harus memiliki sifat antibakteri untuk mencegah penyakit gusi dan bau mulut.

3. Menyikat terlalu cepat, atau terlalu sering
Sebagian besar dari kita benci pergi ke dokter gigi dan menganggap menyikat gigi sebagai alternatif yang lebih mudah. Tapi Anda tidak bisa benar-benar membersihkan gigi berlubang lama. Pastikan Anda menyikat gigi tidak lebih dari dua kali sehari. Menyikat gigi secara berlebihan dapat merusak gusi dan email Anda. Tidak perlu banyak tekanan untuk menghilangkan plak, oleh karena itu sebagian besar praktisi gigi menyarankan menyikat gigi dengan tekanan yang seimbang.

4. Teknik menyikat yang salah
Cara saat menyikat gigi harus vertikal dan tidak horizontal. Banyak orang yang terbiasa melakukan sapuan sikat horizontal panjang. Ini menyebabkan iritasi dan kerusakan. Pegang sikat pada sudut 45 derajat ke gusi Anda dan gosok gusi dan gigi dengan gerakan naik turun dan sapuan pendek. Jangan gunakan sapuan sisi ke sisi. Juga, mulailah menyikat area yang selama ini abaikan mencapai bagian dalam gigi Anda.

5. Ganti sikat gigi
Karena menghilangkan kebiasaan menyikat gigi yang buruk mungkin sulit, beralihlah dari sikat manual ke sikat otomatis. Sikat yang dioperasikan dengan baterai menghilangkan dugaan menyikat gigi dengan kasar. Mungkin perlu beberapa saat untuk menyesuaikannya, tetapi sikat otomatis membuat kebersihan gigi menjadi mudah.

Baca: Demi Cegah Infeksi Ulang, Ahli: Wajib Ganti Sikat Gigi usai Sembuh dari Covid-19

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."