7 Cara Menghilangkan Keloid dan Cara Mencegahnya

Keloid adalah jaringan parut yang timbul dari respons penyembuhan terlalu agresif terhadap luka. (Wikimedia Common/Michael Rodger)

kesehatan

7 Cara Menghilangkan Keloid dan Cara Mencegahnya

Selasa, 11 Mei 2021 22:53 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Kinanti Munggareni

CANTIKA.COM, Jakarta - Keloid adalah respons penyembuhan yang terlalu agresif terhadap luka. Keloid berasal dari pertumbuhan berlebih jaringan parut. Bekas luka keloid cenderung lebih besar dari luka asli itu sendiri. Keloid muncul secara bertahap dan membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk berkembang sepenuhnya. Baca artikel ini lebih lanjut untuk tahu cara menghilangkan keloid

Pengobatan rumahan

Sebenarnya tidak ada pengobatan rumahan yang terbukti dapat menghilangkan keloid setelah terbentuk. Tapi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang di rumah setelah mengalami cedera kulit untuk membantu mencegah terbentuknya keloid atau meminimalkan penampilannya. Dikutip dari Medical News Today, beberapa hal yang bisa digunakan adalah lembar silikon, gel, krim, serta losion untuk kulit. 

1. Lembar silikon atau gel

Silikon adalah salah satu pengobatan bekas luka yang paling banyak digunakan, dan telah terbukti membantu mengecilkan beberapa bekas luka yang timbul dan keloid. Silikon memiliki risiko efek samping yang rendah dan mudah digunakan.

Ulasan yang diterbitkan dalam Aesthetic Plastic Surgery dan Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mengkonfirmasi bahwa mengaplikasikan lembaran silikon atau gel seperti yang disarankan dapat memberikan cara yang efektif untuk mengecilkan bekas luka yang ada atau membantu mencegahnya terbentuk.

2. Krim atau losion kulit

Sebuah ulasan dalam International Journal of Cosmetic Science menyatakan bahwa beberapa produk kulit, seperti yang mengandung lanolin atau petrolatum, dapat memperbaiki tampilan bekas luka. Orang harus menggunakan krim secara teratur dan menutupi bekas luka saat lukanya sembuh.

Meskipun krim yang mengandung ekstrak bawang merah atau Vitamin E banyak digunakan untuk menghilangkan bekas luka, tinjauan oleh American Family Physician dan studi di Dermatologic Surgery menemukan bahwa bahan-bahan ini belum terbukti membantu mengatasi keloid.

Perawatan medis

Untuk menghilangkan keloid setelah terbentuk, diperlukan perawatan medis. Pilihannya meliputi penggunaan Retin-A, cryotherapy, suntikan steroid, krim imiquimod, hingga pengobatan radiasi. 

3. Krim tretinoin (Retin-A)

Tretinoin adalah obat resep yang digunakan orang untuk kulit mereka. Biasa digunakan untuk jerawat dan penuaan, ini bekerja dengan mempercepat pergantian sel alami kulit.

Sebuah tinjauan 2010 dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan bahwa retinoid, seperti krim tretinoin dan isotretinoin, dapat membantu mengurangi ukuran dan tampilan keloid.

4. Cryotherapy

Cryotherapy adalah proses yang melibatkan pembekuan sementara jaringan dengan perangkat genggam. Kebanyakan orang mentolerir terapi dengan baik, tetapi beberapa orang mungkin mengalami rasa sakit yang parah selama prosedur yang hilang sesudahnya.

Sebuah studi kecil yang diterbitkan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery menunjukkan bahwa setelah beberapa perawatan, cryotherapy dapat mengurangi ukuran keloid hingga 50 persen. Tetapi, penelitian tersebut juga menyatakan bahwa cryotherapy bekerja paling baik pada keloid yang lebih kecil yang berumur kurang dari 3 tahun.

5. Suntikan steroid

Perawatan ini telah digunakan selama bertahun-tahun pada keloid dengan beberapa keberhasilan. Sebuah studi di Journal of Medical Investigations and Practice menyebutkan bahwa steroid suntik adalah cara efektif untuk memperkecil ukuran dan tampilan keloid.

Sebuah tinjauan di American Family Physician menyatakan bahwa terapi steroid bekerja paling baik pada keloid yang lebih baru dan bila dikombinasikan dengan pembedahan untuk menghilangkan sebagian bekas luka. Ini juga dapat digunakan bersamaan dengan cryotherapy.

6. Krim Imiquimod

Krim ini digunakan untuk mengobati berbagai lesi kulit, termasuk kanker kulit sel basal superfisial. Tampaknya bekerja dengan baik pada kulit setelah keloid dihilangkan. Sebuah ulasan dalam Journal of Oral and Maxillofacial Surgery menemukan bahwa krim tersebut mengurangi kemungkinan kambuhnya keloid.

7. Pengobatan radiasi

Cara menghilangkan keloid juga bisa dilakukan dengan pengobatan radiasi. Perawatan baru yang menunjukkan hasil yang menjanjikan melibatkan terapi radiasi jangka pendek, yang diberikan segera setelah pemotongan keloid melalui pembedahan. Beberapa studi dalam literatur bedah plastik dan dermatologi menunjukkan tingkat kesembuhan yang tinggi, atau setidaknya perbaikan, pada bekas luka keloid pada orang yang dirawat dengan metode ini.

Baca juga: Keloid, Gejala dan Penyebab Bekas Luka Timbul pada Kulit

MEDICAL NEWS TODAY