Meghan Markle Ungkap Alasan Kerajaan Inggris Tak Beri Gelar Pangeran pada Archie

Ini merupakan wawancara pertama di televisi sejak Meghan Markle dan Pangeran Harry bertunangan. Wawancara berdurasi dua jam tersebut memicu perang penawaran di Inggris. Menurut laporan Wall Street Journal, CBS menggelontorkan dana hingga US$ 9 juta atau sekitar Rp 130 miliar demi membeli hak siar utama program tersebut dari Harpo. Harpo Productions/Joe Pugliese/Handout via REUTERS

ragam

Meghan Markle Ungkap Alasan Kerajaan Inggris Tak Beri Gelar Pangeran pada Archie

Senin, 8 Maret 2021 16:30 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JakartaMeghan Markle mengungkapkan ada kekhawatiran dari sejumlah bangsawan Inggris tentang seberapa gelap kulit putranya, Archie Harrison Mounbatten-Windsor atau Archie (1 tahun 10 bulan), bahkan sebelum kelahirannya. Menurut istri Pangeran Harry, itulah alasan Archie tidak diberi gelar pangeran.

"Mereka tidak ingin dia (Archie) menjadi pangeran atau putri, saat itu kami tidak tahu apa jenis kelaminnya, yang akan berbeda dari protokol, dan bahwa dia tidak akan menerima keamanan," ujar Meghan dalam wawancara dengan Oprah Winfrey di CBS pada hari Ahad malam, 7 Maret 2021.

"Ketika saya hamil, ada sebuah percakapan bersama, 'Anda tidak akan diberi protokol keamanan, tidak akan diberi gelar' dan juga kekhawatiran dan percakapan tentang betapa gelapnya kulit anakku nanti saat dia lahir," tambah Meghan.

Kendati demikian, Meghan menolak untuk mengatakan siapa yang menyuarakan hal tersebut. Ditanya apakah dia diam atau telah dibungkam, dia menjawab, "yang terakhir."

Meghan dan Pangeran Harry telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan mereka pada Januari 2020 dan memulai hidup baru di Amerika Serikat.

Pada wawancara tersebut, Harry mengatakan ia pergi karena kurangnya pemahaman dan karena dia khawatir sejarah akan terulang kembali, Harry merujuk pada kematian ibundanya, Putri Diana, pada tahun 1997.

Harry mengatakan komunikasi antara dirinya dengan Ratu Elizabeth II masih terjalin baik karena dia terlalu menghormatinya. Namun komunikasi dengan sang ayah, Pangeran Charles, mulai tersendat sejak Charles berhenti menerima teleponnya.

"Saya melakukan tiga percakapan dengan nenek saya, dan dua percakapan dengan ayah saya sebelum dia berhenti menerima telepon saya. Dan kemudian dia berkata, dapatkah kamu menuliskan semua ini?" tutur adik Pangeran William itu.

Para kritikus kerajaan mengatakan Meghan dan Harry menginginkan posisi glamor mereka tanpa dedikasi atau pengawasan. Sementara para pendukung pasangan ini menyebutkan perlakuan mereka menunjukkan bagaimana sebuah institusi tua Inggris yang sudah ketinggalan zaman menyerang seorang wanita birasial modern, dengan nada rasialisme.

Wawancara antara Oprah dengan Meghan dan Harry menjadi kontroversial. Dalam wawancara ini, Meghan mengungkapkan fakta soal kerajaan Inggris. Harpo Productions/Joe Pugliese/Handout via REUTERS

Ada juga tuduhan perundungan yang dilakukan Meghan yang pertama kali muncul di surat kabar The Times terkait kemunculan pasangan tersebut.

Istana Buckingham, yang sejauh ini belum memberikan komentar tentang wawancara tersebut, mengatakan akan menyelidiki klaim tersebut, menambahkan pihaknya "sangat prihatin".

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Meghan mengatakan bahwa Meghan sangat sedih dengan serangan terbaru terhadap karakternya, terutama sebagai seseorang yang telah menjadi target perundungan.

Meghan memberi tahu Winfrey bahwa orang-orang di dalam institusi kerajaan tidak hanya gagal melindunginya dari klaim jahat, tetapi juga berbohong untuk melindungi orang lain.

"Hanya setelah kami menikah dan segalanya mulai memburuk, saya jadi mengerti bahwa saya tidak dilindungi dan mereka juga bersedia berbohong untuk melindungi anggota keluarga lainnya," ungkap adik ipar Kate Middleton itu.

"Ada keluarga, dan kemudian ada orang-orang yang menjalankan institusi, itu adalah dua hal yang terpisah dan penting untuk dapat memisahkannya karena Ratu. Beliau selalu baik padaku," imbuh perempuan berusia 39 tahun itu.

Meghan Markle dan Pangeran Harry saat diwawancara Oprah Winfrey yang akan tayang di CBS 7 Maret 2021. (Tangkapan layar YouTube)

Ia membantah berita surat kabar yang menyebutkan bahwa ia telah membuat Kate, Duchess of Cambridge, menangis sebelum pernikahannya dan mengatakan itu adalah titik balik hubungannya dengan media.

"Itu adalah titik balik," kata Meghan. Ditanya apakah dia membuat Kate menangis, Meghan menjawab, "Yang terjadi sebaliknya."

"Beberapa hari sebelum pernikahan dia (Kate) kesal tentang sesuatu, terkait ya masalah itu benar tentang gaun flower girl, dan itu membuatku menangis. Dan itu sangat melukai perasaan saya."

Meghan mengatakan dia naif sebelum pernikahannya dan tidak sungguh menyadari siapa sosok yang akan dia nikahi dan apa yang akan terjadi ketika dia bergabung dengan keluarga kerajaan Inggris.

"Saya akan mengatakan saya melakukannya dengan naif, karena saya tidak tahu banyak tentang keluarga kerajaan," ungkap putri pasangan Doria Ragland dan Thomas Markle.

Meghan Markle menjelaskan bahwa dia tidak dibayar untuk wawancara tersebut, demikian Reuters dikutip Senin, 8 Maret 2021. Saat ini, Pangeran Harry dan Meghan tengah menanti anak kedua. Di sesi wawancara yang sama, pasangan yang menikah pada 2018 itu mengumumkan anak keduanya berjenis kelamin perempuan.

Baca juga:

Meghan Markle Ungkap Alasan Menghindari Media Sosial dan Perannya Sebagai Ibu