Manfaat Buah Bit, Bisa Turunkan Berat Badan dan Baik Bagi Kesehatan Jantung

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Bit adalah sejenis umbi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. (Canva)

Bit adalah sejenis umbi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. (Canva)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bit adalah tanaman yang sering digunakan sebagai obat dan makanan. Manfaat buah bit juga bisa membantu kamu yang tengah menjalani diet khusus untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan. Namun perlu diketahui, meski sering disebut sebagai buah, sebenarnya bit adalah jenis umbi-umbian.

Bit juga sering digunakan oleh para atlet untuk menjaga performa. Sejumlah klaim menyebutkan minum jus bit beberapa kali sehari selama sekitar 48 jam setelah olahraga dapat mengurangi nyeri otot setelah lari cepat atau lompat. 

Bit adalah makanan rendah kalori yang memiliki banyak nutrisi seperti vitamin dan mineral. Memakan 100 gram bit yang dimasak akan memberikan kita 44 kalori. Dari takaran yang sama juga terkandung protein, lemak, serat, vitamin C, folat, vitamin B6, magnesium, kalium, fosfor, mangan, dan zat besi. Bit juga mengandung nitrat dan pigmen anorganik, yang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.


Ingin tahu lebih jauh soal buah bit? Berikut manfaat buah bit yang telah terbukti dalam sejumlah penelitian.

1. Menjaga tekanan darah tetap terkendali

Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Bit adalah salah satu makanan sehat untuk jantung. Bit mengandung nitrat dalam konsentrasi tinggi, yang memiliki efek penurun tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa bit secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah hingga 4-10 mmHg dalam beberapa jam. Namun perlu diketahui, penurunan ini hanya terjadi sementara. Oleh karena itu, kamu harus memakan buah bit secara rutin untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

2. Dapat berfungsi sebagai anti-peradangan

Bit mengandung pigmen yang disebut betalain. Pigmen ini berpotensi memiliki sejumlah sifat antiinflamasi atau anti-peradangan. Sebuah studi pada manusia dengan osteoartritis menunjukkan bahwa kapsul betalain yang dibuat dari ekstrak bit mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat kondisi itu. Namun, perlu penelitian lebih lanjut pada manusia untuk mengkonfirmasi teori ini.

3. Dapat meningkatkan kesehatan pencernaan

Bit merupakan sumber serat baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Satu cangkir bit mengandung 3,4 gram serat. Kandungan serat ini dapat meningkatkan kesehatan pencernaan serta mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit, penyakit radang usus, dan divertikulitis. Asupan serat juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis termasuk kanker usus besar, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

4. Membantu kesehatan otak

Fungsi mental dan kognitif secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Bagi beberapa orang, penurunan ini signifikan dan dapat menyebabkan kondisi seperti demensia. Penurunan aliran darah dan suplai oksigen ke otak dapat menyebabkan penurunan ini.

Mengkonsumsi bit yang mengandung nitrat dapat meningkatkan fungsi mental dan kognitif dengan meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan dengan demikian meningkatkan aliran darah ke otak.

5. Membantu menurunkan berat badan

Bit merupakan makanan rendah kalori dan mengandung banyak air. Bit juga mengandung protein dan serat yang cukup. Keduanya adalah nutrisi penting untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan seimbang. 

Serat dalam bit juga dapat membantu menurunkan berat badan karena bisa mengurangi nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang. Ini menjadikan bit makanan sehat untuk diet yang bisa kamu konsumsi.

Itu tadi manfaat buah bit bagi kesehatan. Buat kamu yang baru mau mencoba, buatlah sajian bit dengan resep-resep mudah, seperti smoothie bit atau bit panggang. Jika kamu sudah terbiasa dengan rasa 


Baca juga: Selain Olahraga, 4 Kebiasaan Sehat Ini Bantu Menurunkan Berat Badan

HEALTHLINE | READER'S DIGEST

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."