Fungal Acne Bukan Jerawat, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Berbeda dengan jerawat yang disebabkan minyak berlebih, fungal acne timbul karena bakteri yang tidak seimbang pada kulit. Maka dari itu, pengobatan dengan obat antijerawat seringkali tidak bisa membantu. (Canva)

kecantikan

Fungal Acne Bukan Jerawat, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Selasa, 23 Februari 2021 13:12 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Kinanti Munggareni

CANTIKA.COM, JakartaPernahkah kamu menemukan jerawat kecil di wajah dalam jumlah yang cukup banyak dan sulit dihilangkan? Jika kamu sudah mencoba berbagai cara, tapi tidak ada dampak yang berarti, kemungkinan itu bukanlah jerawat biasa. Bisa jadi kamu sedang menderita fungal acne.

Fungal acne atau jerawat jamur sebenarnya adalah infeksi pada folikel rambut kulit. Dalam bahasa ilmiah infeksi ini disebut pityrosporum folliculitis atau Malassezia folliculitis. Biasanya infeksi ini timbul seperti jerawat kecil yang disertai rasa gatal. 

Infeksi folikel ini sebenarnya jarang timbul pada wajah. Namun jika timbul di pipi atau dahi, tentu sangat mengganggu. Fungal acne paling sering ditemukan di bagian dada, punggung, dan atas lengan.

Banyak orang keliru antara fungal acne dan acne vulgaris. Fungal acne memang bisa menyebabkan komedo putih atau iritasi kulit, sementara acne vulgaris adalah jerawat yang sering dikaitkan dengan komedo hitam ataupun putih. 

Perbedaan keduanya ada pada penyebab yang memicu kondisi ini. Perawatan dengan obat anti jerawat, seringkali justru memperburuk jerawat jamur. 

Penyebab fungal acne

Meski disebut fungal acne atau jerawat jamur, tapi sebenarnya penggunaan istilah ‘jerawat’ untuk kondisi ini adalah keliru. Berbeda dengan jerawat biasa, fungal acne tidak disebabkan minyak dan bakteri di pori-pori, melainkan oleh bakteri. Namun perlu diperhatikan, produksi minyak dan sebum berperan besar dalam membantu memberi makan bakteri penyebab fungal acne.

Munculnya benjolan seperti jerawat dan iritasi kulit yang terkait dengan jerawat jamur disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur yang disebut yeast. Jenis jamur ini sebenarnya normal terkandung dalam kulit. Tapi jika jumlahnya berlebih, infeksi folikel rambut akan berkembang dan timbul gejala seperti jerawat.  

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan bakteri dan jamur pada kulit hingga menimbulkan fungal acne.

Kelembaban yang terperangkap

Mengenakan pakaian olahraga yang telah basah karena keringat terlalu lama dapat mendorong pertumbuhan jamur. Untuk itu cucilah pakain selalu sebelum mengenakannya kembali. Jika tidak, kulit akan terkena jamur yang tumbuh di dalam pakaian.

Pengobatan

Jika kamu sedang minum antibiotik, bakteri di kulit bisa berkurang. Itu bisa memungkinkan pertumbuhan berlebih dari jamur.

Sistem kekebalan lemah

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah berisiko mengembangkan jerawat jamur.

Perubahan pola makan

Jamur dan ragi memakan karbohidrat. Untuk itu kita perlu menyeimbangkan asupan makanan manis dan kaya karbohidrat untuk membantu memperlambat pertumbuhan jamur.

Mengenakan pakaian ketat

Mengenakan pakaian yang terlalu ketat dapat mendorong keringat dan kelembapan ekstra. Ini dapat menumbuhkan lingkungan kulit yang matang untuk pertumbuhan jamur.

Lingkungan yang hangat dan lembab.

Orang yang tinggal di daerah beriklim panas, yang cenderung berkeringat, mungkin lebih sering mengalami jerawat jamur.

Perawatan untuk fungal acne

Jerawat jamur sering kali ditangani dengan tidak semestinya karena sangat mirip dengan jerawat biasa. Banyak orang salah mengenalinya dan menggunakan obat anti-jerawat.

Untuk mengobati infeksi jamur dengan benar, kamu perlu mengembalikan keseimbangan antara jamur dan bakteri pada kulit. Berikut beberapa cara untuk mengatasi fungal acne.

Mandi lebih teratur

Jika kamu rutin berolahraga atau memiliki pekerjaan yang banyak menimbulkan keringat, cobalah mandi dan mengganti pakaian setelahnya.

Ini dapat membantu menghilangkan sisa jamur yang mungkin mulai tumbuh di lingkungan hangat dan lembap yang muncul pada pakaian yang berkeringat.

Kenakan pakaian yang lebih longgar

Jika kamu sering mengenakan pakaian ketat, gesekan dan aliran udara yang rendah dapat mendorong tumbuhnya jamur pada kulit.

Memilih pakaian berbahan kain longgar bisa membantu kulit mendapatkan sirkulasi yang baik dan membuat pertumbuhan bakteri dan jamur menjadi seimbang.

Gunakan sampo antiketombe

Sampo untuk perawatan ketombe yang terbuat dari pyrithione zinc atau selenium sulfide dapat digunakan sebagai sabun mandi. Bilas kulit beberapa kali dalam seminggu dengan sampo antiketombe saat kamu sedang berjerawat. Biarkan sampo menempel di kulit selama beberapa menit sebelum dibilas, untuk hasil terbaik.

Gunakan perawatan antijamur over-the-counter (OTC)

Ada berbagai krim dan salep antijamur yang dijual bebas.Cari produk krim berbahan ketoconazole, butenafine, atau clotrimazole.

Konsultasi dengan dokter kulit

Jika perawatan rumahan tidak membantu menghilangkan jerawat, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter kulit bisa meresepkan obat oral, seperti itrakonazol atau flukonazol, yang dapat memberikan efek pada folikel rambut dan menghilangkan infeksi fungal acne.

Baca juga: 7 Cara Mudah Menghindari dan Mengobati Jerawat, Hati-hati dengan Resep DIY!