Pengalaman Pertama Dokter Reisa Broto Asmoro Disuntik Vaksin COVID-19

Dokter Reisa Broto Asmoro mendapatkan vaksin COVID-19 tahap pertama pada Rabu, 13 Januari 2021. (tangkapan layar YouTube)

ragam

Pengalaman Pertama Dokter Reisa Broto Asmoro Disuntik Vaksin COVID-19

Kamis, 14 Januari 2021 10:50 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Dokter Reisa Broto Asmoro termasuk salah satu penerima vaksin COVID-19 tahap pertama bersama dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah perwakilan masyarakat Indonesia. Penyuntikan perdana itu dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 13 Januari 2021.

“Saya lega sekali karena tidak ada rasa sakit sama sekali, sekarang saya akan menunggu 30 menit,” ungkap Dokter Raisa usai divaksin. 

Dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Reisa yang mengenakan blus putih dipadukan dengan celana hitam, lengkap dengan masker dan face shield, terlihat menjalani beberapa prosedur pemeriksaan terlebih dahulu. Pertama-tama, juru bicara (jubir) Satgas COVID-19 ini diminta memperlihatkan SMS blast yang dikirim setelah melakukan registrasi penyuntikan vaksin COVID-19.

Setelah itu, ia menjalani screening kesehatan, meliputi beberapa pertanyaan umum tentang kondisi kesehatannya termasuk apakah pernah mengidap COVID-19, menjalani terapi kelainan darah, kelainan jantung, riwayat penyakit autoimun, ginjal kronis, gangguan pencernaan, penyakit tiroid, diabetes, dan penyakit paru.

Ibu dua anak itu juga menjalani pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran suhu di dahi. Setelah dinyatakan aman, Reisa Broto Asmoro pun mengantre untuk disuntikkan vaksin.

“Memang mungkin ada sedikit rasa takut ketika hendak dilakukan penyuntikan, tetapi itu wajar. Kita melihat bersama-sama bahwa pada beberapa orang bisa saja muncul keraguan, bukan untuk vaksinnya tapi proses penyuntikannya,” ujarnya.

Penyuntikan dilakukan dengan menggunakan alat suntik baru, vaksinnya juga diambil dari tempat khusus penyimpanan dengan suhu 2-8 derajat Celsius.

Setelah disuntikkan vaksin, Reisa harus menunggu observasi 30 menit untuk melihat reaksi yang muncul. Ia akan menerima vaksin kedua 14 hari setelah penyuntikan pertama.

Vaksin COVID-19 yang disuntikkan untuk tahap pertama merupakan buatan Sinovac Biotech Cina. Vaksin tersebut telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan bersertifikat suci dan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Analisis interim uji klinis di Bandung menunjukkan efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen.

MILA NOVITA