Makeup bagi Laninka Siamiyono Pendiri Lipstick Untuk Difabel, Sembuhkan Luka

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Laninka Siamiyono, beauty vlogger dan penggagas gerakan Lipstick Untuk Difabel. Instagram.com/@laninka

Laninka Siamiyono, beauty vlogger dan penggagas gerakan Lipstick Untuk Difabel. Instagram.com/@laninka

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Makeup punya arti tersendiri bagi setiap perempuan. Di mata Laninka Siamiyono beauty vlogger yang juga Pendiri Lipstick Untuk Difabel makeup lebih dari sekadar produk. Bagi perempuan 30 tahun itu, makeup punya banyak arti salah satunya terapi psikis untuk menyembuhkan luka jiwanya.

Ia mengisahkan sempat merasa tidak percaya diri selama 10 tahun. Mengingat kondisinya dulu bukan disabilitas.

"Karena makeup aku sadar ada something healing dari jiwa. Kayak belajar apply makeup, gimana caranya pakai eyeshadow yang benar, pakai lipstik. Oke, ini benar-benar lebih dari sekadar produk. tapi alat terapi psikis yang bisa menyembuhkan jiwaku, lukaku. Yang tadinya bukan disabilitas menjadi seorang penyandang disabilitas," tuturnya di Live Instagram Cerita Cantika edisi 16 pada Jumat, 8 Januari 2021.

Menurut Laninka, sapaan akrabnya, ia tidak bisa berjalan sejak kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penyakit auto-imun menyebabkan ia terkena rheumatoid athritis atau radang sendi yang merusak sistem kekuatan tulang kaki.

Selain menyembuhkan luka jiwanya, makeup juga menyadarkan Laninka bahwa setiap orang berhak merasa cantik, tanpa terkecuali perempuan disabilitas.

"Sebagai penyandang disabilitas, aku pribadi sering dilihat oleh orang banyak kalau disabilitas itu sosok yang enggak sempurna. Jadi, ngapain sih udah gak sempurna, cakep-cakep. Dari sini, aku ingin membuka cara pandang masyrakat luas tentang perempuan-perempuan disabilitas," jelasnya dengan penuh semangat.

Lipstick Untuk Difabel berdiri sejak Juli 2018. Bentuk gerakannya berupa donasi lipstik baru untuk para perempuan difabel.

"Harus lipstik baru karena kita memberikan kepada teman-teman disabilitas. Kita harus memikirkan higienitas-nya sebagai prioritas," jelasnya.

Dalam waktu dua tahun, Lipstick untuk Difabel menyatukan perempuan difabel dan non-difabel untuk saling menyemangati, berbagi informasi, dan peduli satu sama lain.

Yuk, lihat meja atau lemari makeup kamu. Jika ada lipstik baru, belum kedaluwarsa, dan kamu punya tiga warna yang sama untuk satu merek, bisa didonasikan ke para perempuan cantik lainnya.

SILVY RIANA PUTRI | CHETA NILAWATY P.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."