Selain Ingin Bebas, 4 Alasan Ini Bikin Wanita Memilih Melajang

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita. Unsplash.com/Ig Seteales

Ilustrasi wanita. Unsplash.com/Ig Seteales

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa wanita melajang karena lebih mengutamakan karier di dalam kehidupan mereka. Tapi banyak alasan lain yang mendasarinya. Melansir Times of India, Selasa, 22 September 2020, berikut alasan perempuan melajang.

5 Alasan Wanita Memilih Melajang

1. Ingin hidup bebas

Beberapa wanita mungkin trauma menjalin hubungan karena sering mengalami kesedihan dan kekerasan dari pasangan. Dengan melajang, ia bisa mendapatkan ketenangan dan lebih banyak waktu untuk merawat diri serta melakukan hal-hal yang diinginkan, termasuk mencapai tujuan hidup.

2. Pernah dilecehkan

Beberapa wanita mungkin mengalami penganiayaan fisik dan mental ketika menjalin hubungan. Mereka akan mengetahui bahwa menjadi lajang dan mandiri akan menemukan kebahagiaan.

3. Bisa bergaul dengan banyak teman

Selama bertahun-tahun menjalin hubungan mungkin sebagian wanita menyadari, ia harus memutus ikatan dengan teman-teman karena pasangan. Ketika melajang, ia memiliki lebih banyak waktu yang bisa dihabiskan dengan teman.

4. Lebih fokus pada tujuan 

Berada dalam suatu hubungan mungkin membuat beberapa perempuan merasa terpojok, karena harus membuat pilihan antara tujuan hidup dan hubungan. Itu tidak pernah menjadi perasaan yang baik karena keduanya mungkin penting. Oleh karena itu, melajang menjadi pilihan karena membuat mereka lebih fokus pada tujuan dan aspirasi daripada harus berkompromi untuk orang lain.

5. Menghargai diri sendiri

Ketika berada dalam suatu hubungan, Anda harus berpikir tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk pasangan. Meskipun mungkin terlihat standar, tetapi ini sangat melelahkan. Tetapi setelah melajang selama beberapa waktu, beberapa wanita menyadari nilai diri mereka lebih penting.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."