Waspada, 7 Makanan Ini Kadar Gula Tinggi, Ada Sereal hingga Sup Kemasan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi sereal. Unsplash.com/John Matychuk

Ilustrasi sereal. Unsplash.com/John Matychuk

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah orang membatasi konsumsi gula untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Tapi nyatanya itu belum cukup, perlu diwaspadai ada sejumlah makanan yang kadar gulanya tinggi tanpa disadari. Biasanya, jenis makanan tinggi gula itu telah melalui proses  pembuatan panjang sebelumnya dan dijual dalam bentuk kemasan. 

Tingginya kadar gula darah membuat seseorang rentan mengalami masalah obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan juga kanker. Idealnya, orang dewasa membatasi asupan gula per harinya maksimal 25 gram atau 6 sendok makan untuk perempuan, serta 37,5 gram atau 9 sendok makan untuk laki-laki.

Jadi, jangan mudah tergiur dengan embel-embel “rendah lemak” atau “sehat” dalam makanan yang dijual di pasaran. Sebagian besar telah diberi pemanis atau bahan tambahan untuk memperkuat rasanya.

Berikut sejumlah makanan yang kadar gulanya tinggi

1. Saus

Kerap menggunakan cocolan saus saat makan? Waspadai kandungan gula di dalamnya. Untuk meningkatkan rasanya, saus diberi tambahan pemanis yang tidak sedikit. Bayangkan saja, satu sendok makan saus mengandung satu sendok teh gula sebagai pemanisnya.

2. Bumbu spaghetti

Ada banyak varian bumbu spaghetti yang dijual di pasaran, tinggal memilih mana yang rasanya paling disukai. Sayangnya, sebagian besar bumbu spaghetti telah diberi pemanis tambahan untuk membuat rasanya semakin kuat. Untuk itu, pastikan memeriksa label nutrisinya sebelum membeli.

3. Sup kemasan

Sup dalam kemasan biasanya sudah diberi tambahan pemanis untuk membuat rasanya lebih sedap. Terkadang, label pemanis tambahan ini bukan berupa gula. Perhatikan komposisi lain seperti sukrosa, dextrose, barley malt, maltosa, atau HFCS.

4. Yogurt rendah lemak

Praktis dan bernutrisi, yogurt rendah lemak bisa menjadi salah satu makanan yang mengandung gula tinggi tanpa disadari. Sebagai contoh, 245 gram atau satu kemasan yogurt rendah lemak bisa mengandung 45 gram gula. Jika dianalogikan, ini sama dengan 11 sendok gula pasir. Jadi, sebaiknya pilih plain yogurt yang tidak mengandung pemanis tambahan.

5. Granola

Kerap menjadi pilihan sarapan yang sehat, granola ternyata juga termasuk makanan yang mengandung gula tanpa disadari. Tak hanya itu, kandungan kalorinya juga cukup tinggi. Ini terjadi karena oat dalam granola dicampur dengan pemanis tambahan yang membuat kalorinya bertambah. 

Dalam 100 gram granola bisa mengandung 5-7 sendok teh gula yang membuat kalorinya mencapai 400-500.

Jadi, pilih granola yang tidak mengandung banyak pemanis tambahan agar tidak membuat kadar gula darah meningkat.

6. Protein bar

Camikan yang diklaim sehat dan mengenyangkan ini ternyata juga mengandung tambahan gula. Rata-rata produk protein bar di pasaran mengandung tambahan 20 gram gula. Artinya, protein bar mengandung gula yang hampir serupa seperti permen. 

Maka dari itu, jika ingin mengonsumsi protein bar yang membantu mengenyangkan dan menurunkan berat badan, periksa dulu label nutrisinya. Hindari protein bar yang mengandung tambahan pemanis terlalu banyak.

7. Sereal

Sebagian besar sereal mengandung tambahan gula sekitar 12 gram atau 3 sendok teh. Jika ingin yang lebih sehat, pilih sereal yang mengandung serat tinggi tanpa pemanis tambahan.

8. Buah kaleng

Memang benar jika semua jenis buah mengandung gula alami. Namun, buah kaleng mengandung kadar gula yang benar-benar tinggi karena proses pengolahannya. Belum lagi, buah kaleng direndam dalam air yang mengandung sirup atau pemanis tambahan. Ingat pula bahwa proses pengemasan buah dalam bentuk kaleng akan menghancurkan kadar vitamin C yang sensitif terhadap panas. Jadi, lebih baik mengonsumsi buah segar dengan kandungan gula alami.

 

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."