Retno Marsudi Ganti Style Rambut dengan Potongan Berponi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Dok. Kemlu)

kecantikan

Retno Marsudi Ganti Style Rambut dengan Potongan Berponi

Sabtu, 25 Juli 2020 11:40 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Penampilan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mencuri perhatian baru-baru ini. Yang paling memikat mata adalah memakai turban di beberapa kesempatan, lalu potongan rambut berponi, sebelumnya ia tak berponi.

Kita mulai telisik dulu dari potongan rambut pixie berponi. Potongan rambut teranyar membuatnya terlihat lebih segar dan edgy. Ia tampak menata poni pendek itu ke arah kirinya. Penampilan pertamanya dengan potongan rambut itu tampak dalam unggahan Instagram sahabat lamanya, Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Keduanya berfoto usai memberikan pembekalan calon duta besar di Kementerian Luar Negeri, Pejambon. "Dulu kami kawan satu SMA. Sekarang kawan satu kabinet. 40 tahun berlalu.. Time flies.... What a journey...!," tulis Sri Mulyani di keteangan foto pada Sabtu 11 Juli 2020.

Dalam foto tersebut, Retno Marsudi bergaya dengan busana monokrom yang menjadi andalannya. Gaya Retno terlihat klasik dengan crop blazer warna putih dipadu dengan celana palazzo berwarna hitam. Masker pilihan Retno saat itu adalah kuning mustard tanpa motif.

Baru beberapa hari kemudian, Minggu, 19 Juli 2020, Retno mengunggah foto keluarga dengan gaya rambut terbarunya. Di foto itu tampak Retno, sang suami Agus Marsudi, dan kedua anak mereka, yaitu Dyota Marsudi serta Bagas Marsudi.

"Kumpul Keluarga. Welcoming dr. Bagas and Elvia Marsudi back home from their studies in the UK. As usual... Bagas cooks for all of us, Yum!! Welcome home guys!" tulis Retno yang menyambut kedatangan sang putra usai studi di Inggris.

Di empat slide foto yang dibagikan, Retno dan keluarga kompak bergaya kasual dengan nuansa putih dan biru. Tak ketinggalan cucu pertamanya, Manggala Astabrata Marsudi, bergaya dalam setelan warna monokrom, hitam dan putih

Mundur beberapa waktu sebelum tampil dengan rambut berponi, Retno kerap mencuri perhatian dengan memakai turban di sejumlah rapat ataupun acara kenegaraan. Contohnya di acara pertemuan internasional Konferensi Virtual UNRWA dan UNSC VTC Meeting on the Palestinian Question dalam mendukung perjuangan Palestina.

"Palestine is and will always be at the heart of Indonesia’s foreign policy. Let’s continue to mobilize support for our brothers and sisters in Palestine," tulisnya di keterangan video Instagram pada 26 Juni 2020.

Gaya pertama, seperti biasa retno mengenakan setelan monokrom yang dipadukan dengan turban senada. Lalu gaya yan kedua, alumnus Universitas Gadjah Mada ini terlihat mengenakan setelan warna bold navy dengan inner warna biru yang lebih muda bermotif. Turban yang dipilih senada dengan warna outfit, serta tak lupa ia menyematkan anting mutiara baroque.

Retno juga kembali mengenakan turban saat menghadiri Webinar on “The Role of Women Negotiators and Mediators in the Maintenance of Regional Peace and Security pada Kamis, 1 Juli 2020.

"Penting untuk melibatkan lebih banyak perempuan dalam mencapai perdamaian tidak hanya di saat konflik, tetapi juga di seluruh spektrum perdamaian, dari pencegahan hingga resolusi. As women… we must live with courage and determination, strive to contribute better to our world.. and I believe we can!" tulisnya.

Dalam webinar tersebut, Retno kembali dengan gaya monokrom, yakni atasan long shirt warna putih dan celana pallazo hitam. Warna turbannya serasi dengan celana.

Seperti diketahui sebelumnya, Retno Marsudi punya signature style atau ciri khas dalam berbusana. Menurutnya, warna hitam menjadi pilihan tepat acara-acara formal kenegaraan sebab cenderung tidak merepresentasikan kepentingan tertentu.

Namun supaya gaya busananya tidak terlihat terlalu plain, ia piawai menyematkan beragam aksesori, seperti pita, obi, bros, bandana, dan perhiasan, khususnya kalung mutiara.

Retno juga mengenakan syal sebagai  yang kerap mencuri perhatian. Syal memiliki fungsi yang versatile, saat di negara dingin bisa bantu menghangatkan, lalu saat kunjungan ke negara Islam bisa menjadi pashmina.

EKA WAHYU PRAMITA