Dokter Reisa Bagi Protokol Kesehatan saat Menerima Paket

Ilustrasi paket. Pixabay

ragam

Dokter Reisa Bagi Protokol Kesehatan saat Menerima Paket

Senin, 13 Juli 2020 19:45 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pembelian barang secara online meningkat di masa pandemi Covid-19. Mengingat aktivitas di rumah saja lebih disarankan untuk tekan penyebaran virus corona. Dengan begitu, frekuensi pengiriman paket ke rumah semakin melonjak. Maka dari itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menjelaskan protokol kesehatan saat menerima paket.

"Jadi kita harus memastikan paket atau kiriman yang kita terima aman dan siap untuk dibuka," ujar anggota tim GTPP Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Ahad, 12 Juli 2020.

Saat menerima barang pesanan siapkan tempat khusus di depan rumah agar paket pesanan yang diantarkan ke rumah bisa diletakkan oleh kurir tanpa langsung bertemu dengan pemesan.

Setelah barang diterima, bungkus yang melindungi barang disarankan untuk segera dibuang, kemudian diimbau untuk segera mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau dengan hand sanitizer.

Kemudian, pemesan disarankan untuk mensterilkan kotak kemasan dengan menyemprotkan disinfektan di bagian luar kotak. Namun demikian, masyarakat tidak disarankan untuk mensterilkan kotak barang dengan cairan kimia berbahaya tersebut jika barang yang dibeli atau dipesan berupa makanan.

Jika barang pesanan berupa buah dan sayuran, maka buah-buahan dan sayuran tersebut dapat dicuci dengan air yang mengalir atau bisa juga dengan menggunakan sabun khusus sayur dan buah. Namun, jika barang yang diantar berupa makanan, maka masyarakat disarankan untuk memasak sampai matang atau dipanaskan kembali dengan suhu minimal 65 derajat Celsius selama tiga menit.

Terakhir, masyarakat disarankan untuk kembali mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makanan siap untuk dikonsumsi.

"Mari biasakan (protokol kesehatan tersebut). Pastikan rumah tetap aman dari risiko penyakit dan anggota keluarga tetap sehat," tutur Reisa.