Ahli Bedah Ungkap Anak Sunat Aman saat Pandemi, Asalkan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
ilustrasi Sunat

ilustrasi Sunat

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah orang tua bertanya-tanya amankah sunat dilakukan di tengah pandemi Covid-19? Mengingat ada beberapa kondisi yang mengharuskan anak segera disunat karena bisa mempengaruhi kesehatannya, misalnya pada bayi yang mengalami fimosis. 

Menurut dokter spesialis bedah anak Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Tri Hening Rahayatri menyatakan sirkumsisi atau sunat aman bila dikerjakan tenaga kesehatan yang berpengalaman dan di fasilitas kesehatan yang memiliki standar tinggi dalam pencegahan Covid-19.

Staf pengajar di Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu juga menyebutkan sirkumsisi harus segera dilaksanakan dan tidak dapat ditunda jika terdapat indikasi atau keadaan khusus yang mempengaruhi kesehatan anak.

“Selama masa pandemi, sebelum dilaksanakan sirkumsisi pasien wajib menjalani rangkaian pencegahan Covid-19 seperti skrining kesehatan, tes rapid, atau swab PCR, disesuaikan dengan kondisi pasien,” ungkap Heni seperti dalam siaran persnya, Jumat, 9 Juli 2020. 

Heni mengungkapkan berbagai metode sirkumsisi dapat dilakukan tergantung pada keahlian masing-masing yang mengerjakannya. Di RSUI misalnya, memilih metode konvensional untuk memastikan area yang disirkumsisi.

"Untuk teknik laser perlu berhati-hati, karena dasarnya menggunakan kauter, sehingga bisa menyebabkan komplikasi seperti terpotongnya kepala penis dan luka bakar,” papar Heni.

Perawat anestesi di ruang operasi RSUI, Ns. Ahmad Fauzi mengatakan, kesiapan anak, orang tua, waktu menjelang pelaksanaan sirkumsisi sangat penting juga untuk diperhatikan.

“Kemauan anak, kondisi fisik anak, dan kondisi psikologis wajib untuk dipertimbangkan sebelum sirkumsisi dilaksanakan. Orang tua diimbau untuk memfasilitasi kenyamanan anak sebagai salah satu perawatan pasca-sirkumsisi dengan menyediakan pakaian yang nyaman," tuturnya.

Kemudian, mengenai perawatan pasien pasca sirkumsisi, Anda perlu mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan bagaimana teknik sirkumsisi yang dilakukan.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."