Bahaya Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes

Jamur Enoki. onegreenplanet.org

kesehatan

Bahaya Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes

Kamis, 25 Juni 2020 21:10 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Kejadian Luar Biasa akibat konsumsi Jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes tengah menjadi sorotan. Sejak bulan Maret hingga April 2020, setidaknya terdapat puluhan kasus yang disebabkan jamur tersebut di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Walaupun hingga hari ini di Indonesia belum ditemukan adanya kasus karena kontaminasi bakteri jamur enoki tersebut, berbagai langkah pencegahan tetap dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Di antaranya pemusnahan, membagikan beberapa ciri bakteri, efek yang ditimbulkan, dan imbauan penting untuk masyarakat.

Pertama dari ciri bakteri, Listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian seperti tanah, tanaman, silase, fekal, limbah, dan air. Karakternya meliputi tahan terhadap suhu dingin, sehingga mempunyai potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi dalam penyimpanan dan dapat dihilangkan melalui pemanasan suhu 75 derajat celsius.

Bicara bahayanya, Profesor Mikrobiologi Pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Ratih Dewanti menjelaskan bahwa bakteri Listeria monocytogenes pada jamur enoki asal Negeri Ginseng itu bisa menyebabkan penyakit listeriosis.

“Ini mempunyai konsekuensi sakit hingga meninggal dunia, utamanya pada golongan rentan, balita, ibu hamil, dan manula,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co pada Kamis, 25 Juni 2020.

Atas alasan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam membeli produk pangan khususnya pangan segar asal tumbuhan.

“Pilih pangan yang sudah terdaftar (ditandai dengan no pendaftaran PSAT),” imbaunya.

Sedangkan bagi para pelaku usaha dengan stok jamur enoki, disarankan untuk menerapkan praktik Sanitasi Higiene di seluruh tempat dan rantai produksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Co Ltd dan mengembalikan kepada distributor untuk ditangani lebih lanjut.

“Menerapkan langkah sanitasi untuk mencegah kontaminasi silang dan melakukan pengujian laboratorium juga dapat dilakukan bila diperlukan,” tandasnya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA